Menu

INSPIRASI PEMOTRETAN MEMESONA DI KEBUN LAVENDER

 Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 001Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 002Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 003Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 004
Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 005
Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 006
Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 007Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 008
Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 009Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 010
Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 012
Inspirasi Pemotretan Memesona Di Kebun Lavender - 013

Sebuah kisah dongeng romantis selalu dapat menjadi sumber inspirasi. Keabadian dari karya klasik Pride and Prejudice yang ditulis oleh Jane Austen ini dihidupkan melalui sebuah pemotretan oleh Alexander dan Marina Santi, pasangan fotografer asal Krimea. Novel yang menceritakan kisah Elizabeth Bennet ini menjadi inspirasi keduanya untuk membuat nuansa yang menyenangkan namun memukau seperti kepribadian sang tokoh. “Elizabeth Bennet berjiwa romantis, misterius dan sangatlah pintar. Karena itu, pemilihan lokasi dan dekorasi pun mengikuti gambaran karakternya,” sang fotografer menjelaskan.

Dilakukan di kebun lavender, pemotretan ini tentu tidak kekurangan dekorasi alam yang indah. Banyaknya bunga lavender tidak memberatkan pemandangan, namun justru mendukung kesan santai dan menyenangkan yang ingin ditampilkan pada hasil akhir foto. Gaun ringan yang seolah mengurai lembut ditiup angin selaras dengan aura gembira yang dipancarkan oleh Elizabeth dalam cerita cintanya. Untuk melengkapi tampilannya, statement earrings dan ikat pinggang dipakai untuk memberi kesan glamor pada pemotretan ini.

Tentunya, pemotretan ini tidak akan lengkap tanpa bubuhan ornamen vintage. Sentuhan perunggu dihadirkan melalui seperangkat meja dan tempat lilin bergaya antik. Nuansa kuno lilin-lilin tak hanya menambah keanggunan, namun juga memberi aksen dramatis yang kontras dengan halusnya warna pastel sebagai dominasi latar. Detail ukiran pada kursi serta cawan-cawan juga melengkapi kombinasi vintage nan romantis pada pemotretan ini.

Jangan lupa, akan jadi apa Elizabeth Bennet tanpa buku? Kepintaran sang pemeran utama tersampaikan melalui properti sejumlah buku yang ditumpuk untuk menunjukkan karisma kekal salah satu tokoh perempuan pertama dalam sejarah sastra yang tidak hanya menampilkan kecantikan, namun juga kepandaian dan pengetahuan. Karena itu, selain menjadi inspirasi foto pre-wedding Anda, pemotretan ini pun dapat dijadikan contoh sesi bridal portraitdi mana Anda dapat menonjolkan karakter Anda sebagai mempelai wanita di hari spesial Anda.

 

 

 

Source:https://www.bridestory.com/id/blog/inspirasi-pemotretan-memesona-di-kebun-lavender

Facebooktwittermail

About gaunjogja

No comments

Leave a comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>