Menu

Pernikahan

Dapat Kain Seragam Bridesmaids, Senang atau Beban?

Author:  |

 

Boston

https://www.bellabridesmaids.com/wp-content/uploads/2014/07/Boston.jpg via https://www.bellabridesmaids.com/wp-content/uploads/2014/07/Boston.jpg

Menginjak usia 20-an adalah masa-masa di mana kamu mendapat banyak undangan pernikahan dari teman-teman. Tapi, ketika sekarang kartu undangan fisik bisa digantikan undangan digital, tidak jarang kamu mendapat “kain seragambridesmaids” sebagai bagian dari undangan tersebut. Beberapa tahun belakangan ini, “bridesmaids” yang secara tradisional selalu ada di pesta pernikahan negara-negara barat menjadi tren di Indonesia. Sebenarnya apa itu bridesmaids?

Bridesmaids merupakan sekumpulan gadis yang biasanya adalah anggota keluarga dan teman-teman terdekat dari calon mempelai wanita. Tugas mereka di pesta pernikahan kurang lebih adalah untuk menjadi “asisten” dan pemberi dukungan moril yang dibutuhkan calon mempelai wanita. Untuk menandakan bahwa sekumpulan gadis ini merupakan bridesmaids, mereka menggunakan dress dengan warna yang senada, meski dengan model beragam.

Tapi, keberadaan bridesmaids di Indonesa melenceng jauh dari arti yang sebenarnya. Yang jadi sorotan utama keberadaan bridesmaids di Indonesa hanyalah seragamnya. Meskipun di pesta pernikahan negara-negara barat gaun bridesmaids jadi salah satu penarik perhatian tamu undangan, tapi bridesmaids ala Indonesia sama sekali tidak memiliki tugas atau bagian dari rangkaian resepsi. Pada akhirnya, mereka tidak lebih dari tamu biasa yang berpakaian seragam. Ini karena banyak calon mempelai wanita yang memberikan kain seragam kepada teman-teman yang dekat maupun yang tidak terlalu dekat dengannya (seorang teman saya bahkan mendapat kain seragam dari rekan kerjanya yang tidak ia sukai).

Kalau seperti itu, yang menjadi tren di Indonesia bukanlah keberadaan bridesmaids, tapi “sekumpulan teman dan kenalan dengan pakaian yang senada di pesta pernikahan”. Kebaya atau dress dengan nuansa warna yang sama ini tidak lain hanya bertujuan untuk membuat pesta pernikahan terlihat lebih meriah dan tentu membuat foto-foto pernikahan jadi lebih cantik dan menyenangkan untuk dilihat.

Sebuah pernikahan sudah pasti akan membuat semua orang yang terlibat mengeluarkan uang, baik yang mengundang ataupun yang diundang. Ini adalah hal yang lumrah. Bagi yang diundang, biaya yang akan dikeluarkan adalah biaya transportasi untuk mencapai lokasi pernikahan (bisa sampai berjuta-juta untuk pernikahan yang diadakan di luar kota karena membutuhkan tiket transportasi dan akomodasi penginapan), biaya make-up dan tata rambut (tidak wajib, tapi ini keharusan untuk beberapa orang agar membuat tampilannya lebih menggelegar) dan tentu saja uang amplop atau kado pernikahan.

Tapi semenjak budaya membagikan-kain-seragam ini muncul, biaya yang harus dikeluarkan tidak berhenti sampai di situ. “Dapat kain seragam” memang terdengar menyenangkan, sebelum akhirnya kamu harus dihadapkan pada banyak rangkaian tenaga, waktu, dan uang yang harus dikeluarkan. Karena, tentu saja kita tidak bisa datang ke pesta pernikahan hanya mengenakan selembar kain. Apa saja yang harus dilakukan jika kamu mendapat kain seragam untuk menghadiri pesta pernikahan temanmu (atau kenalanmu yang tidak begitu kamu kenal)?

1. Beli Kain Tambahan

Banyak calon pengantin yang hanya memberikan sebagian kain (hanya untuk atasannya saja, bawahannya saja, atau brokatnya saja) karena dana yang terbatas. Ini artinya.. kamu harus membeli kain tambahannya. Belum lagi kalau banyak di antara temanmu yang memakai hijab. Kamu juga harus membeli kain atau hijab baru dengan warna yang senada agar tetap terlihat seragam. Selain harus mengeluarkan uang, kamu juga harus menyisihkan waktu untuk mencari dan membeli kain tambahan yang dibutuhkan (yang tentunya harus sesuai dengan selera teman-temanmu yang lain).

2. Mencari Penjahit dan Mengeluarkan Ongkos Jahit

Selanjutnya, kamu harus menjahit kain tersebut. Ini cukup mudah kalau kamu sudah punya penjahit langganan. Dan lebih mudah lagi kalau kamu bisa menjahit. Tapi, kecuali kamu pernah mengikuti kursus menjahit Yani, kamu harus mencari penjahit yang bagus dengan ongkos yang tidak terlalu mahal. Ini kombinasi yang cukup langka. Menyewa jasa penjahit bisa sangat melelahkan. Ada kemungknan penjahitmu tidak memberikan hasil yang memuaskan. Ketika kebaya atau dress-nya sudah selesai, biasanya ada bagian-bagian yang masih harus dikecilkan, dirapikan, dan lain-lain. Kadang butuh beberapa kali bolak-balik sampai kamu puas dengan hasil akhirnya. Lagi-lagi, ada banyak waktu, uang, dan kesabaran yang harus dikeluarkan pada tahap Ini.

3. Beli Aksesoris (Sepatu, Clutch, dll.)

Ini bisa dilakukan, bisa juga tidak. Tapi kadang membeli aksesoris diperlukan jika kamu tidak memiliki aksesoris dengan warna yang senada dengan kain yang kamu dapatkan. Pengeluaran yang seharusnya bisa dihindari kalau kamu bisa menggunakan pakaian apapun yang kamu miliki.

 

Benar, setelah semua perjuangan ini kamu akan memiliki baju baru. Tapi bisa dikatakan itu adalah baju sekali pakai yang nantinya hanya akan menghuni lemari pakaianmu selama beberapa tahun. Entah kapan mau dipakai lagi karena akan cukup aneh untuk memakainya ke pesta pernikahan lain, terutama pesta pernikahan dalam satu lingkaran teman yang sama. Jadi, apakah perlu mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk pakaian sekali pakai? Dan ini bisa terjadi beberapa kali dalam setahun karena kamu akan terus-menerus mendapat kain seragam bridesmaids selama teman-temanmu yang akan menikah masih terus melakukan budaya ini.

Di dunia yang sempurna, calon pengantin akan menutupi semua pengeluaran tersebut. Tapi kenyataannya mereka harus mengeluarkan banyak uang untuk keperluan-keperluan lain. Jika begitu, sewa kebaya atau dress bisa jadi alternatif yang cukup terjangkau yang bisa mereka tawarkan. Penyeragaman juga bisa dibatas hanya untuk teman-teman yang benar-benar dekat saja. Kamu tentu tidak keberatan mengeluarkan uang jika untuk kebahagiaan teman terdekat, meskipun sebelumnya tetap perlu ada pembicaraan mengenai penyesuaian budget yang kamu miliki. Karena pesta pernikahan seharusnya jadi sesuatu yang membahagiakan untuk semua orang, bukan beban untuk mereka yang diundang.

 

Source:

http://www.hipwee.com/opini/dapat-kain-seragam-bridesmaids-senang-atau-beban/?utm_content=buffer04510&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer

Facebooktwittermail

Setelah Gajian, 5 Hal ini Wajib Kamu Lakukan Demi Masa Depan Yang Menyenangkan

Lifetitle

Sumber Image via https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/0/07/Lifetitle.jpg

Banyak orang bilang kalau jaman sekarang ini jamannya makin susah, kehidupan sekarang yang semakin hari yang semakin kompetitif. Terlebih lagi buat kamu-kamu yang setiap harinya banting tulang bekerja, itupun terkadang masih mengeluh dan gelisah masalah uang yang pada akhirnya berujung pada satu kata yaitu Ngutang, Tang..! Tang..!. Padahal kamu sendiri tentunya kepingin hari esok yang bisa tidur nyenyak, bahagia, tentram binti damai sejahtera. Maka melalui postingan ini bakalan berbagi sepenggal kisah pengalaman pribadi bagaimana caranya ngatur penghasilan yang agan peroleh biar nggak langsung ludes dan bisa bermanfaat di hari yang akan datang.

Kuliah, Rumah, Atau Mobil ?

Dalam jangka waktu dekat ataupun jangka panjang, tentu kamu sudah punya list tujuan yang setiap orang tentunya berbeda-beda. Mungkin dari kamu sudah ada yang berencana mau lanjutin kuliah S1, atau bisa jadi kamu sudah mikirin mau punya rumah/mobil dulu sebelum menikah. Tapi balik lagi, untuk ngejalanin itu semua nggak gampang. Kalau nggak punya duit gimana, Bro? Ini dia langkah jitu yang mungkin bisa kamu terapkan biar masa depan nggak terjerat masalah keuangan.

 

1. Ingat, Masih ada Hari Esok Lho,..

sumber image via https://www.truthanchor.com/wp-content/uploads/2015/09/Thinking-2.jpg

Pastinya kamu nggak ingin tergolong pekerja yang memiliki gaji 15 Koma, yang artinya gajian tanggal 1, tanggal 5 sudah koma alias bokek!. Makanya kamu harus pintar-pintar nge-rem setiap pengeluaran, kamu wajib ingat karena gajian bulan depan masih panjang. Jangan selalu mengikuti hawa nafsu dan mudah tergoda akan embel-embel diskon gede.

2. Budayakan Hidup Ngirit

sumber image via http://www.stethnews.com/wp-content/uploads/2015/02/No-Money-Broke.jpg

Tidak semua yang kamu mau itu harus dibeli lhoo. Meskipun kamu ini baru terima gaji bulanan ataupun sekarang sedang banyak uang, tidak ada salahnya kalau kamu mencoba membudayakan hidup dengan mempertimbangkan dalam membelanjakan uang agar tepat secara kebutuhan dan manfaatnya.

3. Kalau Perlu Catat Semua Pendapatan dan Pengeluaran, Deh!

sumber image via http://papasemar.com/wp-content/uploads/2015/11/bayar-tagihan.jpg

Ini merupakan salah satu langkah paling jitu dalam perencanaan keuangan yang nantinya bakal benar-benar bermanfaat untuk kamu. Kamu dapat mulai mencoba mencatat dan menghitung antara besarnya pendapatan dan pengeluaran yang kamu lakukan. Dan apabila gaji sekarang emang belum mencukupi, mungkin agan butuh sedikit ekstra agar mencoba peluang lain untuk menambah penghasilan.

4. Menyisihkan Penghasilan Untuk Ditabung

sumber image via http://bmtnusantara.com/assets/img/thumbs/artikel/300×400/thumb_foto_0000003.jpg

Mulai sekarang kamu harus menyisihkan penghasilan yang kamu peroleh untuk ditabung, Kamu bisa mulai menabung sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menabung ini merupakan salah satu perencanaan keuangan yang nantinya uang tersebut bisa agan gunakan di lain hari ketika memang sedang membutuhkan uang, apa lagi buat kamu yang mau ngelanjutin kuliah ke jenjang yang lebih tinggi wajib ada persiapan sedari sekarang!

5. Buat Jaga-Jaga, Kamu Bisa Gabung Dengan Ikutan Asuransi

Sumber Image via http://tipfinance.org/wp-content/uploads/2015/09/yes.jpg

Hari ini kita sehat walafiat masih bisa ketawa ketiwi nongkrong di Hipwee, tapi besok kita tidak tau bakalan seperti apa, apalagi buat kamu yang seorang kepala rumah tangga yang jadi tulang punggung menghidupi keluarga, amit-amit sih,…  kalo terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, bagaimana dengan nasib anggota keluarga yang ditinggal? Segala perubahan yang terjadi di hari esok bisa kejadian karena tindakan kecil yang agan ambil sekarang ini, Ya Kan? Bergabung dengan ikutan asuransi bisa jadi langkah bijak yang bisa agan tempuh untuk membangung hari esok yang lebih baik, terlebih lagi sekarang ikutan asuransi tidak perlu datang ke kantor cabang, cukup dengan apply secara online sehingga bikin lebih gampang.

 

itulah dia sederet hal yang bisa dibagikan, semoga bermanfaat. Kalau menurut kamu, apakah ada hal lain yang wajib dilakukan setelah terima gaji bulanan? jangan lupa untuk commentar dan tambahin agar semakin lengkap.

 

Penulis: 

Sumber:

http://www.hipwee.com/list/setelah-gajian-6-hal-ini-wajib-kamu-lakukan-demi-masa-depan-yang-menyenangkan/?utm_content=buffere95dd&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer

 

 

Facebooktwittermail

Demi Foto Prewedding yang Berkesan di Hati, Ajak Kesayanganmu Mengabadikannya di 6 Destinasi Ini

|

 

Foto prewedding is the new black bagi para calon pengantin yang ingin mengabadikan kenangan cinta mereka. Dalam jepretan kamera kehangatan cinta bisa tertangkap dan dibawa selamanya. Sesi foto prewed yang hangat dan intimate juga bisa meredakan kecemasan menjelang datangnya hari bersejarah bagi pasangan.

Karena pentingnya aktivitas pra nikah yang satu ini, banyak calon pengantin rela pergi ke destinasi-destinasi ciamik demi meninggalkan kesan yang paling mendalam di hati. Mulai dari Paris. Barcelona, sampai berpose di depan Esplanade di Singapura. Padahal destinasi di Indonesia tak kalah cantik lho dari itu semua.

Kali ini Hipwee dan bobobobo akan memberimu pilihan 6 destinasi surgawi di Indonesia — yang layak dijadikan lokasi foto prewedding bersama kesayanganmu yang akan halal segera.

 

 

1. Hamparan pasir nan magis di Bromo memberi kesan berbeda. Tema adventure sampai tema dreamy bisa terwujud tanpa banyak usaha

Prewedding unik di hamparan pasir Bromo

Keindahan Bromo memang tak bisa diragukan lagi. Hamparan pasirnya yang magis, keindahan sunsetnya, sampai serunya petualangan melewati hamparan pasir dengan jip atau sepeda motor di pagi buta. Perpaduan antara sinar matahari dan hamparan pasir alami memberikan kesan tangguh sekaligus dreamy dalam foto yang dihasilkan.

Membawa kesayanganmu berfoto di sini memberimu kesempatan untuk mengeksplor semua tema yang ada di bayangan. Ingin foto ala-ala petualang, bisa. Tinggal menyiapkan prop kuda sembari memakai baju lapangan yang matching buat berdua. Foto anggun di tengah padang pasir pun sangat mungkin diwujudkan. Gadismu bisa memakai gaun, priamu pun tinggal mengenakan jas lalu berfoto di depan hamparan pasir yang seakan tak berujung.

Jaraknya yang terhitung dekat dan masih di Pulau Jawa juga jadi keuntungan selanjutnya. Melakukan sesi prewed di sini tak akan membuat kantungmu merana. Bersama bobobobo kamu sudah bisa mewujudkan impian prewedding di Bromo.

 

 

2. Indahnya Pulau Kanawa dan Gili Lawa layak jadi tempat mengabadikan momen cinta. Jika beruntung, kehadiran Komodo satwa yang kian langka membuat fotomu lebih unik dipandang mata

Indahnya Pulau Komodo yang layak dinikmati berdua

Prewedding di Pulau Komodo itu komplit. Soal pemandangan tentu tak perlu diragukan lagi. Pulau Kanawa, Pink Beach dan Gili Lawa memberikan view ciamik yang sulit dikalahkan oleh studio foto indoor tercanggih sekalipun. Kasarnya nih, kamu tidak perlu menyewa fotografer profesional untuk mengabadikan fotomu — keindahan pemandangan Pulau Komodo akan memberimu foto yang cantik dengan sendirinya.

Selain itu, kamu dan calon suami atau istri juga bisa menikmati sensasi living in boat di atas kapal Pinisi. Tidur dekat dengan ombak dan wangi asin di malam hari membuka mata bahwa kesederhanaan memberi banyak arti bagi hubungan yang sedang dijalani.

Buatmu yang tertarik mengajak si kesayangan ke sini pergi bersama Bobobobo bisa jadi pilihan cerdas. Dengan Rp 2.500.000/orang keindahan Pulau Komodo dan sensasi petualangannya sudah bisa kamu abadikan. Ssst…fotomu juga bisa lebih unik lagi kalau bisa mengabadikan komodo yang sedang berjemur bersama kalian. Tertarik?

 

 

3. Pernikahan sebenarnya tak beda dari pendakian. Jika begitu, kenapa tak membawanya summit ke Rinjani lalu berfoto dengan latar Segara Anakan?

Rinjani. Mengabadikan cinta di puncak abadi

Pernikahan membutuhkan upaya yang sama kerasnya dengan saat melakukan pendakian. Kamu akan kehabisan tenaga, dia bisa kehilangan keyakinan di tengah jalan — tapi kalian punya masing-masing untuk saling menguatkan agar bisa mencapai puncak yang diinginkan.

Filosofi bahwa pernikahan tak ada bedanya dengan pendakian bisa jadi ide unik bagi sesi preweddingmu. Gunung Rinjani, gunung tertinggi ke-2 di Indonesia sangat layak jadi spot foto pra nikahmu. Di sini kamu bisa mengambil foto candid saat kalian sedang berjuang menaklukkan ganasnya Bukit Penyesalan. Kamu dan dia pun bisa mengambil foto cantik dengan latar belakang the notorious Segara Anakan.

Takut capek, takut jelek waktu foto-foto karena sudah kelelahan trekking? Perjalanan yang nyaman bisa kalian wujudkan bersama bobobobo. Paket trekking ke Puncak Rinjani yang sudah termasuk porter, guide berpengalaman, dan akomodasi yang nyaman — membuatmu siap menampilkan wajah tertampan dan tercantik sepanjang perjalanan.

 

 

4. Menyambangi Belitung dengan segala kesederhanaannya tak hanya menghasilkan foto yang terkenang sepanjang masa. Di sini kalian bisa tahu definisi lain dari bahagia

Belitung layak jadi destinasi cinta

Minum kopi khas Belitung, duduk-duduk di landmark batu di tepi Pantai seperti yang tergambar di Laskar Pelangi, sampai menjajal mie Belitung yang tersohor membuatmu dan calon pasangan mengerti bahwa kebahagiaan ternyata bisa datang dari hal-hal sederhana.

Di Belitung, waktu dan materi bisa jadi nisbi. Semua melebur dalam rasa syukur atas panorama alam dan kesempatan untuk menikmatinya saat ini. Ajaklah pasanganmu ke sini, berfotolah di Pantai Tanjung Kelayang dan Pantai Tanjung Tinggi dan lihatlah bagaimana senyum tulus itu terukir di pipi.

Perjalanan yang nyaman dan menyenangkan ke Belitung bisa kalian wujudkan bersama bobobobo. Sepulang menikmati prewedding dengan paket dari bobobobokalian bukan lagi jadi orang yang sama. Kamu dan dia akan lebih bersahaja sebelum menghadapi hari besar kalian berdua.

 

 

5. Keindahan Pantai “Pribadi” Senggui bisa kalian abadikan lewat paket bobobobo di Jeeva Beeloam Resort. Hitung-hitung sekaligus mempertahankan kewarasan sebelum hari besar datang

Jeeva beloam, resor privat yang romantis untuk kalian

Refreshing sebelum hari besar datang adalah wajib hukumnya. Persiapan pernikahan kadang membuat kita berselisih paham dengan pasangan, bahkan hampir kehilangan kewarasan di tengah kesibukan. Agar hari besar berlangsung dengan tenang, kenapa tidak mencari waktu untuk getaway bersama dulu bersamanya?

Resor privat di Lombok Timur ini terkenal dengan keindahan panorama, kenyamanan akomodasi, dan ketenangan suasananya. Tak heran Jeeva Beloam Resor terkenal sebagai salah satu destinasi bulan madu bagi para pasangan.

Membawa pasanganmu ke sini memberi kalian kesempatan menenangkan diri sebelum bersanding di pelaminan nanti. Kalian bisa berfoto di Pantai Senggui, main kayak sepuasnya, atau hanya duduk-duduk di pinggir pantai sembari membaca. Merasa tergoda? Kesempatan nih, di bobobobo paket ke Jeeva Beloam Resort sedang diskon 5% lho!

 

 

6. Secuil surga di Sumba amat layak kalian datangi berdua. Di Nihiwatu, foto pengingat rasa cinta bisa dihasilkan dengan sempurna

Nihiwatu, surga tersembunyi di Sumba yang layak dikunjungi berdua

Nihiwatu, adalah resor privat apik yang tersohor sebagai tempat surfing dan getaway bagi para pasangan yang ingin mengabadikan cinta. Terletak di Sumba, resor privat ini menawarkan ketenangan dan pemandangan apik yang cocok dinikmati berdua.

Di Nihiwatu kalian akan disuguhi pantai pribadi sepanjang 2,5 meter. Serta kesempatan untuk menjajal ombak kelas dunia di atas papan surfing.

Belum cukup splurging? Dengan paket dari bobobobo kamu dan pasangan bisa menikmati 24 jam yang nyaman bersama buttler profesional yang sigap menyiapkan seluruh kebutuhan kalian. Pengalaman ini tak hanya menjanjikan foto yang apik, kenangan manis sebelum pernikahan pun bisa tercipta sebagai momen berharga yang diingat sampai tua.

 

Sudah menentukan destinasi mana yang akan kalian kunjungi? Semoga pengalaman prewedding di destinasi apik ini selalu terekam di hati, ya!

Source:
http://www.hipwee.com/tips/demi-foto-prewedding-yang-berkesan-di-hati-ajak-kesayanganmu-mengabadikannya-di-6-destinasi-ini/

Facebooktwittermail

Walau Kita Tak Naik ke Pelaminan Bersama, Terima Kasih Karena Pernah Membuatku Merasa Bahagia

|

 

Di antara semua hubungan cinta yang pernah ada di dunia, berapa yang “selamat” hingga ke pelaminan? Tak semuanya, tentu saja. Dan tak pernah ada jaminan bahwa salah satu yang selamat itu adalah hubungan kita berdua.

Walau begitu, kita toh tetap memutuskan untuk meneruskan kedekatan dan menjalin hubungan. Waktu itu, segalanya memang lebih mudah karena kita masih bisa hanya mengandalkan cinta dan kenaifan masa muda. Kita belum retak ditekan realita, belum menyerah karena kehabisan tenaga. Kita bahagia.

Namun terhadap kita, masa depan memilih menampilkan sikap antagonisnya. Kini sudah jelas juntrungannya: kita tak lagi bisa bersama.

Aku dan kamu tak akan bersanding di pelaminan bersama-sama, sebagaimana cita-cita yang pernah kita punya. Dan aku ingin berkata bahwa itu semua tidak mengapa. Bagaimanapun, bahagia yang pernah kita rasakan, walaupun sebentar, adalah nyata.

 

Walau rasa yang dulu masih ada, kita sudah kewalahan menghadapi ego dua orang yang besar kepala.

kita sudah terlalu kewalahan untuk berbagi jalinan

Aku tak tahu kapan tepatnya kita tak lagi bisa menjadi satu. Di balik pertengkaran selalu tak ada solusi sebagai pencapaian. Hanya ada makian yang membuat telinga ini makin merah dan sakitnya hati kian bertambah. Kita memang mulai bertumbuh dan berkembang. Bukan lagi pribadi lugu yang dulu saling menelan cinta dalam-dalam. Kau dan aku saling belajar, bahwa dunia tak hanya diisi oleh cinta, ada banyak unsur yang bisa dikupas dan ditelan demi menambah wawasan.

Tanpa disadari, kita memiliki banyak perbedaan yang membuat jalinan ini kian berlubang. Kita makin berjeda dan merasa terganggu jika bersama. Kekuranganku akan terlihat begitu mematikan di matamu. Begitu pula dengan kealpaan kecil yang kau cipta, akan dengan mudahnya membuat gurat kecewa.

Ibarat tubuh, dulu kita mau berbagi peran supaya badan ini tetap berjalan. Namun sekarang, ada dua kepala dalam satu raga. Aku menengok ke kiri dan kau ke kanan. Kita tidak bisa berada dalam satu haluan. Kita memang menginginkan jalan yang tak lagi serupa. Rute yang kita harapkan tak sama, tujuan kita pun jauh berbeda. Sayang, memang sepertinya kita sudah terlalu kewalahan untuk berbagi jalinan.

 

 

Tak ringan rasanya mengurai ikatan yang telah lama usianya. Apalagi, yang kita rangkai ini bukan kisah cinta anak remaja.

tak mudah mengurai jalinan ini

Tak mudah untuk mengakhiri cerita yang sudah tertulis rapi. Bagai buku cerita, kita telah memiliki banyak seri. Alur yang kita jalin pun terasa sempurna. Dengan bumbu pertengkaran yang makin membuat plotnya kian berwarna. Kita pun sudah memiliki wacana sebagai pengisi bab terakhir dari kisah berdua. Duduk berdampingan di pelaminan dengan disaksikan rekan serta keluarga.

Masa depan yang telah kita petakan memang membuat kisah kita naik kasta. Bukan lagi cerita cinta khas anak remaja yang dijalani dengan malu-malu dan pamer kemesraan. Tak mudah bagiku untuk melepasmu yang sudah terlalu banyak mengguratkan kenangan. Dari mulai boneka beruang pemberian hingga kumpulan tiket bioskop yang dulu gemar kita kumpulkan. Ah, rasa-rasanya kaki ini bertambah beban tanpa keberadaanmu yang ada di sisi. Tak akan ada lagi dekap dan kecup yang bisa dibagi.

Namun, kita tak bisa berbuat lebih dari ini. Hanya bisa berlapang dada serta bersikap sebagai hamba yang baik bagi Sang Sutradara.

 

 

Namun memang tak semua hubungan harus berakhir di pelaminan. Mungkin, kita memang berbeda jalan untuk mencecap kebahagiaan.

kita telah berbeda jalan

Ya, tak semua pasangan yang telah menganyam cerita bisa berakhir bahagia. Tak semua kapal yang didayung berdua bisa sampai ke pelabuhan. Ada yang harus rela tertelan gulungan ombak hingga karam menabrak karang yang mengintip dalam diam. Kita memang harus menerimanya dengan hati lapang. Percayalah kita bukanlah satu-satunya di dunia. Banyak pasang manusia lainnya yang juga harus mengakhiri hubungan demi kebaikan.

Yakini saja bahwa perpisahan merupakan akhir cerita manis untuk berdua. Mungkin ke depannya kita justru akan menemukan pasangan yang sepadan yang tak kan lagi menimbun luka seperti yang biasa saling kita lakukan. Ya, kita memang memerlukan cara berbeda untuk mencecap kebahagiaan. Dan disinilah kita harus berpisah jalan.

 

 

Pasti ada alasan mengapa kita pernah dipertemukan. Yang tak bisa menjadi masa depan, akan mampu memberikan pelajaran.

terimakasih ku ucapkan padamu

Di dunia ini, kita dipertemukan dengan banyak manusia yang memang sudah memiliki peran dengan porsinya tersendiri. Ya, mungkin porsiku bagi dirimu serta peranmu untuk diriku sudah cukup terpenuhi. Kita pun harus pergi untuk bertemu dengan sosok lainnya yang bisa membuat kita makin kaya sebagai manusia. Mungkin juga akan segera datang orang lain yang sanggup menambal lubang menganga di hati.

Terima kasih untukmu yang sudah pernah menggoreskan kuas kaya warna di kehidupan cintaku yang serupa kanvas. Banyak guratan baru yang ku tekuni. Aku belajar membawa diri serta menahan emosi. Aku bahkan tahu dimana kelemahan serta kelebihanku setelah bercermin dari hubungan kita yang telah lalu.

Sungguh, aku merapal doa bagi kita berdua. Semoga kelak kita menemukan belahan jiwa yang sepadan. Semoga kita bisa menatap masa depan walau berbeda haluan. Terimakasih sekali lagi ku ucapkan untukmu yang pernah mengisi sela hariku. Semoga ragamu dan jiwamu selalu berbahagia.

 

Source:

http://www.hipwee.com/hubungan/walau-kita-tak-naik-ke-pelaminan-bersama-terima-kasih-karena-pernah-membuatku-merasa-bahagia/?utm_content=buffere1da3&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer

Facebooktwittermail

Tak Ada Gelar yang Sia-Sia, Atau Profesi Berembel-Embel ‘Cuma’. Sarjana Juga Berhak Jadi Ibu Rumah Tangga!

|

 

Bekerja dan memiliki karier yang cemerlang bagi perempuan masa kini telah menjadi hal yang wajar. Jika dulu peran perempuan dibatasi hanya pada pekerjaan yang bersifat rumahan, kini mereka sudah lumrah ke luar rumah. Seiring dengan semakin banyaknya kaum hawa yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, kesempatan untuk mengukir karir gemilang pun terbuka semakin lebar.

Namun tidak sedikit pula perempuan bergelar sarjana yang menjadi seorang ibu rumah tangga. Sementara itu, sebagian orang masih menganggap bahwa tinggal di rumah setelah lulus dari perguruan tinggi adalah kesia-siaan. Setelah menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya untuk mendapat gelar sarjana, sayang jika perempuan “hanya” akan menjadi ibu rumah tangga. Tapi benarkah seperti itu? Bukankah tak ada ilmu yang sia-sia, dan tak ada pekerjaan yang bisa diberi embel-embel ‘cuma’?

 

Gairah meniti karier selagi muda pasti pernah terpikir olehmu yang ibu rumah tangga. Sama seperti teman lainnya, kamu juga punya ambisi dan cita-cita

kelulusan datang

Bagi seorang sarjana, rasanya tidak salah bila kamu memiliki banyak mimpi yang menunggu untuk dituntaskan. Berbagai kesempatan kerja yang datang tidak ingin kamu lewatkan. Mengirim surat lamaran ke berbagai perusahaan menjadi agenda yang memenuhi kegiatanmu selanjutnya. Ada semangat yang berkobar di dalam hati bahwa ini adalah saat yang tepat untuk membayar setiap pengorbanan orangtua selama membiayai semua kebutuhanmu. Membahagiakan mereka menjadi tujuan terbesar selanjutnya.

Sebagai perempuan muda yang cerdas kamu tentu bangga jika akhirnya bisa menopang biaya hidup sendiri. Pandangan bahwa perempuan karier dilihat sebagai sosok yang hebat juga wajar membuatmu semakin ingin membuktikan diri. Maka tidak mengherankan bila kamu terus ingin berlari mengejar segala mimpi. Termasuk juga membahagiakan kedua orangtua sebelum akhirnya mereka abadi menutup mata.

 

 

Hingga tiba saatnya seseorang datang padamu dan memintamu menghabiskan hidup bersama. Menjadi ibu dari anak-anaknya, kamu pun risau dengan keputusan untuk tetap bekerja

memutuskan menikah

Setelah berkarier selama beberapa tahun, tiba pula waktu yang kamu tunggu untuk mengikat janji dengan seorang pria yang kamu cintai. Kamu jelas bahagia karena pada akhirnya kamu akan memiliki keluarga kecil. Tapi di sisi lain, ada kerisauan yang mulai tumbuh dalam pikiranmu.

“Apakah kamu mampu bekerja sekaligus menjadi istri dan ibu yang sama baiknya?”

Rasa risau yang datang semakin jadi tatkala kamu sadar akan punya buah hati sendiri. Jelas tidak mudah membagi konsentrasi antara pekerjaan di kantor dengan peran ibu secara penuh. Banyak ibu yang mampu melakukannya, bahkan bukan tidak mungkin ibumu juga. Namun persoalannya di sini adalah kemampuanmu sendiri. Melihat track record-mu yang lebih suka fokus pada satu hal daripada mengemban dua tanggung jawab yang berbeda, kamu tak yakin sepenuhnya bisa menjadi ibu dan wanita karier yang tangguh.

Belum lagi membayangkan melewati tumbuh kembang sang anak saat harus seharian menghabiskan waktu dengan setumpuk pekerjaan. Meski menghormati pilihan orang lain, kamu pribadi tetap ingin supaya anak-anakmu kamu asuh sendiri, tanpa mengandalkan pengasuh bayi. Pilihan untuk keluar dari pekerjaanmu yang sekarang pun mulai berkecamuk di pikiranmu.

 

 

Sudah terbayang komentar orang tentang niatmu berhenti bekerja. Seolah dengan tinggal di rumah, gelar yang kamu punya jadi sia-sia

apa kata orang?

Memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan meninggalkan pekerjaan nyatanya tidak semudah membalik telapak tangan. Ada banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan. Mulai dari sayangnya melepas kesempatan yang telah kamu dapatkan sampai dengan semua pemikiran orang mengenai keputusan yang akan kamu ambil nantinya. Sebagian orang tentu mendukung keputusanmu tersebut. Tapi di sisi lain pasti ada juga orang yang menilai bahwa meninggalkan pekerjaan adalah suatu keputusan keliru.

Tidak hanya memikirkan perkataan orang, keresahan dan kebingunganmu juga bertambah memikirkan komentar sanak keluarga jika kamu memutuskan untuk berhenti bekerja. Berbagai kalimat seperti:

“Kok berhenti kerja, apa gak sayang sama gelarmu?”

“Kalau cuma buat tinggal di rumah, apa gunanya sekolah tinggi-tinggi?”

Padahal gelar sarjana yang dimiliki oleh perempuan masa kini bukan hanya akan berguna jika digunakan bekerja di kantoran. Sebaliknya, menjadi ibu rumah tangga bukan lagi hanya urusan mencuci dan memasak saja. Pekerjaan domestik itu juga butuh kecerdasan dan ketangguhan, sama seperti pekerjaan kantoran.

 

 

Untuk mencetak anak-anak cerdas, diperlukan ibu berkualitas: ilmu yang sudah kamu timba tak hanya akan berguna bila kamu bekerja saja

ibu dan anak

Memiliki pendidikan tinggi juga diikuti oleh tuntutan untuk memiliki karir cemerlang. Pemahaman bahwa ibu rumah tangga perlu juga mempunyai bekal pendidikan baik belum banyak dimengerti. Ketika perempuan pada akhirnya tinggal di rumah dan melepas (untuk sementara atau untuk waktu lama) tanggung jawab mencari nafkah, maka proses menempuh pendidikan di perguruan tinggi dirasa sia-sia.

Padahal untuk mendidik anak di zaman sekarang diperlukan sosok perempuan yang tidak hanya pandai memasak, mencuci, dan membereskan rumah. Ibu adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya yang juga harus mengerti berbagai hal yang kelak akan ditanyakan. Mendidik moral dan intelektual seorang anak memerlukan bekal yang matang. Jika kamu tidak memiliki latar belakang mumpuni rasanya memiliki anak-anak cerdas pun akan sulit dicapai.

 

 

Tidak melulu soal anak, suamimu kelak juga perlu perempuan yang mampu diajak berbagi pikiran; menyelesaikan berbagai masalah yang datang menghadang

partner berpikir suami

Pria yang kelak akan menikahimu tentu bangga memiliki perempuan yang tidak hanya cantik parasnya tapi juga cerdas pemikirannya. Karena kepadamulah ia nantinya akan berkeluh kesah saat ada masalah yang menghampirinya. Jika kamu tidak memiliki wawasan luas tentu sulit baginya berbagai beban bagimu. Sekali lagi pendidikan yang baik akan membentuk cara berpikir dan kemampuanmu melihat masalah dari sudut pandang berbeda.

Dia juga akan bangga mengajakmu pergi ke berbagai acara, karena meskipun menjadi ibu rumah tangga kamu punya cara berpikir yang berbeda. Seorang istri yang cerdas adalah harga diri bagi semuanya.

Pendidikan yang kamu dapat di bangku kuliah akan mempengaruhi cara berpikir, berbicara, dan kamu bertindak. Mungkin kamu tidak akan merasakannya sekarang, tapi bila masanya sudah datang, ‘perbedaan’ tersebut pelan-pelan akan terlihat.

 

 

Sesekali pasti terdengar nada sumbang tentang pilihanmu menjadi ibu rumah tangga. Tidak mengapa, itu hanya sebagian dari tantangan hidup yang pasti ada.

percaya pada keputusanmu

Kamu tentu tidak dapat mengerem opini orang lain tentang dirimu. Tidak mengapa, pahamilah itu sebagai bagian dari konsekuensi hidup. Karena toh kalau pun kamu kelak memilih bekerja, komentar lainnya seperti:

“Perempuan baiknya sih ngurusin suami sama anak aja di rumah”

“Apa gak kasihan sama anaknya di tinggal-tinggal terus sama ibunya?”

Iya, baik kamu memilih meneruskan bekerja atau jadi ibu rumah tangga, pasti ada kritik yang melayang ke wajahmu.

Tidak ada kesia-siaan dari semua pengorbananmu saat memilih untuk sepenuhnya menghabiskan waktu untuk mengurus keluarga. Seperti telah dikatakan sebelumnya, setiap keputusan tentu memiliki risikonya tersendiri. Dan sebagai perempuan cerdas yang dewasa, kamu sangat memahaminya.

 

 

Percayalah ada kebaikan dalam setiap keputusan. Kamu tidak perlu rendah diri hanya karena keputusanmu ini.

ibu cerdas akan melahirkan anak yang cerdas

 

“Apakah memalukan sarjana yang jadi ibu rumah tangga? Terus apakah mengurus suami dan membesarkan anak tidak perlu perempuan berpendidikan?” – Ina C, Jakarta

Perasaan minder atau kurang percaya diri saat memilih untuk tidak bekerja setelah menjadi ibu rumah tangga terasa wajar. Namun satu yang perlu  kamu ingat peranmu sebagai seorang istri dan ibu yang mengurus keluarga secara penuh tidak dapat dibayar oleh apapun. Tidak ada pekerja yang bekerja sepanjang hari seperti seorang ibu dan tidak ada pula pekerja yang mau bekerja tanpa diberi upah kecuali seorang istri.

Itu semua hanyalah soal pilihan, bukan masalah benar atau salah. Jalanilah semua pilihan dengan penuh rasa tanggung jawab. Karena suatu hari nanti, saat anak-anakmu telah dewasa dan bersama suamimu akan menua mereka akan merasa bangga memiliki seorang perempuan yang rela mempersembahkan hidupnya untuk mengurus secara total keluarganya.

 

 

Percayalah pada setiap keputusan yang telah kamu ambil. Karena apapun itu asalkan kamu dapat mempertanggung jawabkannya kelak hal itu akan membuahkan hasil yang maksimal. Sebuah kutipan yang sangat menyentuh nampaknya dapat menjadi penutup yang manis dari artikel ini:

“Entah akan berkarir atau berumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas.” – Dian Sastrowardoyo

 

Original Source:

http://www.hipwee.com/motivasi/tak-ada-gelar-yang-sia-sia-atau-profesi-yang-bisa-disebut-cuma-sarjana-juga-berhak-jadi-ibu-rumah-tangga/?utm_content=buffer27e16&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer

Facebooktwittermail

7 Tips Konyol Menikah Beda Agama

Cinta memang tak ada logika, kata Agnes Monica dalam lagunya. Seorang ningrat bisa jatuh cinta kepada rakyat jelata, orang kaya bisa jatuh cinta kepada yang biasa saja, seorang putri jatuh cinta kepada seorang penggembala, bahkan banyak yang jatuh cinta meski berbeda agama. Padahal jika ditelisik lebih lanjut, pernikahan beda agama itu jelas belum dilegalkan di Indonesia.

Apalagi, Undang-undang yang dibuat oleh pemerintah sepertinya sudah tegas dalam mengatur polemik ini. Seperti disebutkan dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (”UUP”)  dalam Pasal 2, ayat 1 yang berbunyi:

“Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan
kepercayaannya itu” Sumber.

Dalam ayat itu seudah jelas sekali bahwa menikah beda agama belum diakui di hukum Indonesia bukan?

Namun dalam artikel kali ini, Hipwee ingin memberi beberapa solusi untuk kamu yang benar-benar ingin melangsungkan pernikahan nantinya. Konsekuensi pikul sendiri yeee….

 

1. Kalau kamu punya banyak uang, menikah di luar negeri aja seperti yang sering dilakukan oleh para selebritis tanah air.

Jika kamu memang punya uang lebih, menikah di luar negeri seperti yang dilakukan oleh para seleb bisa kamu jadikan pilihan. Singapura maupun Australia mungkin adalah negara-negara yang paling dekat dengan Indonesia.

Namun tetap saja anggapan ini seringkali keliru. Pernikahan di luar negeri ini bukan tanpa masalah. Jika kamu memutuskan untuk menikah diluar negeri, maka pernikahanmu sah secara hukum sana, namun belum tentu sah secara hukum Indonesia.

 

2. Jika tak punya uang untuk menikah di luar negeri, ajak pasanganmu untuk “sementara” masuk ke agamamu.

Minta pasangan pindah agama untuk sementara

Kamu yang bukan horang kayah pasti berpikir puluhan kali sebelum terbang keluar negeri. Untuk sementara, ajak saja pasanganmu untuk “sementara” masuk kedalam agama yang kamu yakini. Jika dia memang benar-benar cinta, dia pasti akan mengabulkan permintaanmu. Toh, ini hanya dilakukan pada waktu prosesi pernikahan. Syukur-syukur jika pasanganmu ‘cocok’ dengan agama yang kamu yakini.

 

3. Atau sebaliknya, kamu yang “sementara” waktu mengikuti keyakinan pasanganmu.

Kamu yang ikut dia?

Kebalikan dari poin nomor dua diatas, kamu bisa untuk “sementara” waktu meyakini agama pasanganmu. Jika kamu memang benar-benar cinta, pasti kamu akan melakukan hal tersebut bukan? Yah, hanya untuk sementara waktu, paling cuma butuh hitungan hari atau bulan saja.

 

4. Kamu dan pasanganmu tak mau mengalah? Kalian berdua sama-sama keluar dari agama masing-masing dan memeluk agama baru untuk sementara waktu.

Sama-sama memeluk agama baru

Jika kalian berdua tak ingin mengalah, keluar saja dari agama masing-masing dan sama-sama memeluk agama baru. Baru setelah menikah kalian bisa kembali ke agama masing-masing. Namun sekali lagi, tentunya resiko dicibir keluarga, kalian sendiri yang nanggung lho ya..

 

5. Buat yang nggak mau dosa dan ribet urus ini-itu, nikah di Facebook ajah..

Nikah di fesbuk ajah...

 

Bagi kamu yang nggak mau ribet dengan segala tetek bengek pernikahan yang selain menguras tenaga juga menguras kantong kamu, nikah aja lewat Facebook. Nggak tahu gimana caranya? Ikuti aja instruksinya disini.

Nggak perlu nyediain makanan serta katering, nggak perlu menyediakan kursi maupun atribut pernikahan lain, udah deh, kamu udah resmi jadi suami/istri orang seperti terlihat pada gambar diatas. Mudah, murah, aman, nyaman, dan pastinya hemat bukan? Kamu hanya perlu modal komputer dan koneksi internet:)

 

6. Living together wihout married?

Yakin mau tinggal bersama tanpa nikah?

Mungkin saran ini terdengar ekstrem, tapi siapkah kamu untuk menanggung resiko dikucilkan keluarga dan masyarakat atas nama cinta?

 

7. Namun, bagi kalian yang tak ingin mempermainkan perintah Tuhan dengan berpindah-pindah agama, ada solusi lain yang lebih bijak, yaitu : Nggak usah nikah beda agama.

Berpisah

Tak peduli betapapun cintanya kamu kepada kekasihmu, namun bukankah iman dan agama tak bisa dipermainkan? Hanya demi mendapat pengakuan dari pemerintah, kalian rela mempermainkan iman dengan cara berpindah-pindah agama. Bukankah hal tersebut sama saja dengan mengolok-olok Tuhan?

 

Jika kamu memang benar-benar cinta kepada seseorang yang memiliki keyakinan berbeda, mungkin kamu bisa mencari solusi lain yang lebih bijak? Mungkin kalian yang lebih tahu, bisa menyebut solusi alternatif soal menikah beda agama di kolom komentar.

Tak ada salahnya pula mempelajari hukum Indonesia dengan membaca tautan berikutini. Selamat mencari jodoh, ya…

 

Original source:

http://www.hipwee.com/hiburan/7-tips-konyol-menikah-beda-agama/

Facebooktwittermail

Kelak Saat Kamu Jadi Orang Tua, Sebaiknya Jangan Izinkan Anakmu Melakukan Hal-Hal Ini!

|

 

Mempunyai anak tentu akan menjadi momen paling membahagiakan dalam hidupmu. Sang buah hati yang sudah kamu tunggu-tunggu akhirnya datang mengisi duniamu. Segala denyut kehidupanmu seperti berubah. Kamu pun bertumbuh jadi pribadi yang baru dengan tanggung jawab yang baru pula. Di tanganmu lah masa depan buah hatimu bersandar.

Sebagai orang tua, kamu tentu selalu ingin membuat anakmu bahagia. Namun, hal itu bukan berarti kamu menuruti setiap apa yang diinginkannya. Banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan ulang sebelum memberikan apa yang mereka inginkan. Penolakanmu mungkin akan membuat kesal, menangis, atau bahkan marah. Tapi percayalah, bahwa keputusan yang kamu ambil memang tepat terutama bagi masa depan mereka kelak.

 

 

Anak-anakmu harus dididik untuk bersosialisasi. Tak sepatutnya mereka menatap layar gadget dan televisi sepanjang hari

Menatap gadget terlalu lama bahaya bagi kesehatan mata

Saat kita masih anak-anak, tayang televisi untuk anak-anak sangat terbatas. Rasanya, hanya di Minggu pagi atau Sabtu sore kita bisa menyaksikan kartun kesayangan kita di layar kaca. Kondisi tersebut jauh berbeda dengan saat ini. Tayangan anak-anak hampir setiap hari muncul di layar kaca.

Hal itu masih ditambah perangkat gadget seperti tablet yang bisa mengakses internet dan memutar tontonan untuk anak-anak sepanjang waktu. Tanpa batas! Tak heran, tablet saat ini menjadi senjata paling ampuh bagi orang tua untuk menenangkan anaknya. Tapi tahu kah kamu bahwa menatap layar tablet berlebihan dapat mengganggu penglihatan anakmu? Belum lagi dampak sosial yang berakibat anak jadi cenderung malas bergaul dan egois. Mereka menjadi tak lagi peka dan perasa dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

 

 

Mengendarai motor saat belum cukup umur adalah hal yang berbahaya. Mengizinkan mereka menandakan bahwa orang tua tak bisa bersikap bijaksana

Sangat berbahaya!

Secara hukum, anak di bawah umur yang belum mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) mengendarai kendaraan bermotor sudah jelas menyalahi aturan. Ketika terjadi kecelakan, orang tua lah yang harus menanggung hukumannya karena dianggap lalai mengawasi anaknya. Meski kelak kamu menganggap anakmu sudah pandai membawa kendaraan bermotor sendiri, tapi kamu tidak bisa mengontrol perilakunya di jalan.

Anak-anak di bawah umur cenderung masih emosional di mana dia mungkin ingin menunjukkan kehebatnnya dalam berkendara. Mereka lebih suka berkendara dengan kecepatan yang tinggi dan kurang waspada. Anak-anak di bawah umur masih belum berpikiran panjang sehingga ketika berkendara tidak memikirkan dirinya sendiri dan sekitarnya. Jika kamu sayang dengan anakmu, tentu kamu tidak akan membiarkan mereka berkendara sendiri ketika belum cukup umur ‘kan?

 

 

Mereka sebaiknya bergaul dengan teman-teman seusianya. Pikirkan pengaruh negatif yang mengancam mereka saat berkawan dengan orang dewasa

Perhatikan pergaulan mereka

Saat ini orang bisa bebas berinteraksi dan memiliki jaringan dari mana saja dengan bantuan jejaring sosial. Begitu pula dengan anak-anak. Tanpa pikir panjang, anak-anak sering menerima permintaan pertemanan melalui jejaring sosial. Mereka justru bangga ketika memiliki banyak teman di jejaring sosial, walaupun sesungguhnya tidak kenal betul siapa orangnya.

Hal ini tentu sangat berbahaya. Pernah dengar ‘kan ketika banyak kasus penculikan bermula dari perkenalan di jejaring sosial? Untuk itu, kelak jika kamu menjadi orang tua pantaulah terus kegiatan anakmu termasuk pergaulannya di dunia maya. Setiap saat cek lah teman-temannya di jejaring sosial. Kalau ada yang kamu rasa tidak kenal dan tidak wajar, tak perlu enggan untuk bertanya langsung padanya. Jangan bosan mengajarinya untuk menggunakan teknologi secara positif.

 

 

Anakmu kelak akan bertumbuh dewasa, tapi bukan berarti dirinya boleh dewasa sebelum waktunya

Enggak mau kan anakmu begini?

Setiap anak selalu tak ingin dianggap anak kecil. Tak jarang banyak anak-anak yang berusaha tampil dewasa melebihi usianya agar mendapat pengakuan. Tentu ini akan berdampak bahaya bagi pertumbuhannya. Mereka bisa dewasa sebelum waktunya. Agar ini tak terjadi, kelak ketika kamu menjadi orang tua, perlakukan lah anakmu seperti seorang teman. Beri lah mereka tanggung jawab sehingga tak merasa dianggap seperti seorang anak kecil terus menerus.

 

 

Mengajarkan bahasa asing pada anak tentu sah-sah saja, namun jangan sampai mereka tak piawai berbahasa Indonesia

Bahasa Asing memang keren, tapi jangan lupa mengajarkan bahasa ibu padanya

“Rio sekarang kelas berapa?”

“Second grade, Grandmom!”

Memiliki anak yang jago bahasa asing memang membanggakan. Namun, jangan sampai mereka hanya pintar berbahasa asing tapi lupa dengan bahasa ibunya sendiri, apalagi bahasa daerah. Memang saat ini lebih bergengsi menyekolahkan anak di sekolah internasional dengan bahasa Inggris atau Mandarin sebagai pengantarnya. Ya, tidak salah memang. Toh era globalisasi dan kemajuan zaman menuntut generasi kita memiliki kemampuan berbahasa asing yang mumpuni.

Tapi, alangkah baiknya jika kamu juga membiasakan anak-anakmu untuk menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah sehari-harinya. Bagaimana pun, anakmu lahir dan tumbuh di Indonesia sehingga sebaik-baik bahasa yang ia gunakan adalah bahasa nasional yang menunjukkan identitasnya sebagai seorang warga negara. Dan bekal inilah yang akan membuatnya lebih mudah bergaul dalam lingkungan sosialnya.

 

 

Menyantap fast food dan penganan impor juga boleh-boleh saja. Tapi coba tanyakan pada mereka, bagaimana rasanya klepon dan bakpia?

Yang enak dan praktis belum tentu sehat

Generasi saat ini sering kali disebut dengan generasi instan di mana-mana serba mudah, cepat, dan praktis. Termasuk dalam hal makanan. Tak dipungkiri kalau anak-anak sekarang lebih suka makan-makanan fast food yang selain enak juga kadang berhadiah mainan. Tempat makannya pun menyediakan arena permainan secara gratis.

Ketika kelak kamu menjadi orang tua, bolehlah sekali-sekali mengajak anakmu ke sana. Namun, kamu perlu mengontrolnya agar jangan sampai mereka kecanduan mengkonsumsi makanan tersebut. Sudah banyak riset yang mengatakan makanan siap saji banyak mengandung kolestrol dan tidak sehat. Lebih dari itu, anak-anakmu sepaptunya diperkenalkan pada penganan-penganan khas Indonesia. Lidah mereka haruslah terbiasa memakan klepon, bakpia, sayur asem, hingga tempe bacem. Dan perkara apa yang mereka makan bukanlah hal yang sepele, karena apa yang mereka nikmati menunjukkan identitas dan jati diri mereka yang sesungguhnya.

 

Intinya, tidak ada salahnya memperkenalkan tren atau hal-hal baru pada anakmu kelak. Sejauh masih dalam batasan wajar tentu tidak ada yang pantas dipersalahkan. Namun salah satu yang terpenting adalah soal pengawasan. Pastikan kelak kamu punya waktu yang cukup untuk memberi perhatian dan mendampingi  anak-anakmu agar kelak dirinya dapat tumbuh menjadi manusia yang berkualitas.

“Karena udah ngomongin soal anak, jadi kamu kapan nikahnya?” Hehehe:)

 

Original Source:

http://www.hipwee.com/feature/kelak-saat-kamu-jadi-orang-tua-sebaiknya-jangan-izinkan-anakmu-melakukan-hal-hal-ini/

Facebooktwittermail

Dengan 9 Konsep Ini, Foto Pascawedding Bersama Pasangan Halalmu Jadi Makin Romantis

|

 

Foto prewedding adalah salah satu agenda yang ditunggu-tunggu para pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Di tengah keribetanfitting kebaya dan mencari vendor manten yang paling pas, akhirnya ada juga agenda yang menyenangkan seperti foto-foto di depan kamera. Tapi, gak sedikit orang yang memutuskan menunda foto berdua bersama pasangannya sampai setelah pernikahan saja. Misalnya saja, karena alasan agama.

Foto pascawedding bisa dibikin dengan konsep yang lebih menarik dari prewedding, bukan hanya foto di atas pelaminan atau berdiri tegak berdua di studio foto saja. Apakah kamu sedang mencari inspirasi? Coba contek saja dari 8 konsep di bawah ini.

 

1. Konsep photogrid bukan hanya ekonomis, tapi juga bisa terlihat manis dan humoris.

Photogrid lucu

Mungkin kalian adalah sepasang pengatin baru yang punya selera humor tinggi. Agar foto pascaweddingmu lebih menjiwai, kamu bisa coba konsep photogrid yang humoris dengan berpura-pura menjadi tangan pasanganmu. Caranya mudah kok, peluklah pasanganmu dari belakang, lalu biarkan tangannya tersembunyi di belakang. Dan peragakanlah pose sesuai berdasarkan gender. Lalu kamu kemas hasil jepretan dalam bentuk potongan seperti pada gambar, Nah, dengan cara ini foto pascaweddingmu pasti akan menarik perhatian saat dipajang di rumah.

 

 

2. Tak perlu pusing mencari tema foto pascawedding, karena adegan film juga bisa menjadi inspirasi. Siap meniru romantisnya Louis Lane dan Clark Kent?

Foto pascawedding ala Superman

Untuk mendapatkan foto yang romantis itu gak harus pakai banyak properti kok. Bergaya saja ala Superman yang mendunia. Kamu pasti ingat ‘kan tokoh Clark Kent, sang pahlawan yang tinggal di pedesaan dan pasangannya? Sang Superman pun punya Louis Lane, wanita yang dicintainya.

Jika kamu ingin foto pascawedding yang menarik, gak ada salahnya kamu bergaya dengan pose yang sama, yaitu membopong pasanganmu dengan mesra. Agar lebih menjiwai cerita Superman, kamu bisa cari lokasi dengan gudang-gudang tumpukan jerami. Jangan lupa ambil saat sedang golden hour, ya.

 

 

3. Pose bersama pasangan di antara kerumunan bisa memberikan suasana dramatis yang berbeda.

Foto pascawedding di antara kerumunan orang

Sembari jalan-jalan dalam ajang bulan madu, foto pascawedding bisa kalian buat lho. Caranya adalah menjepret momen saat kalian ada di kerumunan. Kamu bisa manfaatkan suasana jalan kota yang padat, misalnya Jalan Malioboro. Lalu kamu ambil gambar menggunakan fokus tajam yang hanya tertuju pada kalian berdua. Meski tak hanya kalian berdua yang tertangkap lensa, konsep seperti ini justru terlihat lebih dramatis dan romantis.

Foto yang romantis itu tak melulu harus berduaan, kamu juga bisa membuatnya dengan berdiri di antara keramaian orang.

 

 

4. Berpose di atas roller coaster akan menunjukan bahwa naik turunnya hidup tak kan jadi halangan pernikahan kalian. Kalian berdua akan tetap berdampingan.

Foto pascawedding di tempat hiburan

Awal pernikahan boleh jadi membuatmu merasa tegang. Perbedaan dan permasalahan hidup akan menghadang menguji cinta kalian di masa depan. Maka, tetap berdampingan adalah hal yang wajib kalian lakukan. Agar kalian mengingat itu semua, maka gak ada salahnya kamu buat foto pascawedding yang membawa pesan itu semua.

Caranya adalah berpose berdua di atas wahana roller coaster. Lalu mintalah fotografer handal untuk merekam kebersamaan kalian. Kamu bisa bergaya dengan bahagia atau sembari bergandengan tangan. Agar tetap aman, pastikan kameramu sudah terikat di tangan dengan kencang ya. Lalu pasang hasil jepretan di pigura yang besar dan pajang di tembok rumah. Dengan konsep seperti ini, kalian pasti akan ingat bahwa naik-turunnya hidup tak akan membuat kalian saling meninggalkan.

 

 

5. Keberanian mengarungi rumah tangga akan bertambah saat kalian difoto berlari menghindari ombak yang menggulung.

Foto pascawedding di tepi pantai

Karena kalian sudah menjadi pasangan yang halal, tentu saja pilihan konsep foto pascawedding jadi lebih banyak. Tapi bukan berarti asal ya. Nah, agar fotomu tetap menarik, kamu bisa jatuhkan pilihan dengan konsep tepi pantai. Pilihlah spot pantai berpasir putih yang indah. Lalu berposelah dengan gaya yang bisa “bercerita” seperti berlari sembari bergandengan tangan.

Ibaratnya, kalian adalah pasangan yang siap mengarungi lautan kehidupan bersama. Dengan pose seperti ini, gak jarang keberanian kalian jadi makin meningkat. Cinta kalian pun akan tetap erat.

 

 

6. Dengan sedikit sentuhan efek multiple exposure, fotomu yang hanya di ruangan sederhana bisa terlihat lebih artistik.

Foto pascawedding dengan editan

Mungkin kamu tak sempat untuk sesi pemotretan pascawedding. Tenang, sekarang kamu bisa mengandalakan teknologi fotografi untuk mempercantik fotomu yang hanya di ruangan. Salah satu yang bisa kamu terapkan adalah efek multiple exposure. 

Kalian bisa berpose beberapa kali, lalu pilih dua fotomu yang paling menarik. Lalu gunakan jasa fotografer untuk menggabungkan fotomu dan gunakan warna yang agak buram agar fotomu terlihat lebih dramatis. Tak perlu banyak uang untuk biaya perjalanan, konsep ini bisa kamu terapkan hanya dengan sedikit sentuhan aplikasi komputer. Menarik ‘kan?

 

 

7. Foto pascawedding di atas ranjang juga bisa kamu lakukan, asalkan batasi dengan gaya yang elegan.

Foto pascawedding di kamar

Tak melulu harus foto di luar ruangan, sekarang kamu juga bisa foto di dalam kamar. Agar terlihat lebih sopan, cobalah bergaya dengan pose yang elegan. Misanya kamu bisa tidur dengan arah yang berlawanan, lalu jepret kebersamaan kalian dari atas. Jangan pula untuk ambil fokus gambar hanya pada bagian wajah.

Dengan foto kenangan seperti ini, rona wajah bahagia penganti baru akan terekam dengan baik. Nah, jika kamu mau memajangnya di tembok kamar, maka cinta kalian akan tetap muda meski pernikahan kalian sudah lama.

 

 

8. Pernikahan sudah digelar, bahtera rumah tangga kalian telah dijalankan. Jangan terburu-buru, pose dulu di atas perahu kayu.

Pose diatas perahu

Pernikahan itu artinya kamu punya bahtera sendiri yang harus di kemudi bersama pasangan. Falsafah itu bisa kamu terapkan untuk foto pascaweddingmu. Caranya, pertama-teman kamu cari lokasi sungai atau danau yang tenang. Lalu gunakan perahu perahu kayu yang dihiasi sedikit hiasan bunga. Dan bergayalah seolah-olah sedang mengemudi perahu. Jangan lupa pasang muka yang bahagia ya.

Nah, dengan foto pascawedding seperti ini, kalian akan selalu ingat janji untuk selalu setia di perahu yang sama. Semoga perjalanan bahtera kalian selalu dalam keadaan selamat.

 

 

9.  Sembari pergi bulan madu, foto pascawedding yang asyik bisa kamu buat dengan konsep traveling.

Konsep traveling untuk foto pascawedding

Setelah menikah, gak jarang para pasangan sepakat untuk melakukan perjalanan jauh untuk bulan madu. Nah, gak ada salahnya kamu memanfaatkan momen itu untuk foto pascaweddingmu. Kamu bisa bergaya di jalan raya atau lokas-lokasi wisata. Lalu gunakan properti ala traveling seperti peta, ransel, koper, atau kendaraan klasik. Lalu bergaya ala orang mau bepergian. Jangan lupa gandengan tangan ya. Foto pascawedding seperti ini pasti akan membuat masa bulanmu juga jadi lebih asyik.

 

Pernikahan adalah fase hidup yang tak boleh dilupakan begitu saja. Tak melulu hanya formal di atas pelaminan, kamu juga berhak untuk punya foto pascawedding yang menarik. Tanpa perlu bingung, 9 konsep ini bisa kamu terapkan bersama pasangan terkasih.

Semoga kalian tetap bahagia!

Facebooktwittermail

Aku Tak Lagi Mempedulikan Masa Lalumu, Sebab yang Aku Cinta Tetaplah Sosokmu

|

 

Bagai buku yang telah dibuka, kita memiliki halaman yang telah terbaca sebagai masa lalu dan halaman yang belum terjamah sebagai masa depan. Dan itulah yang menjadikan kita, para manusia, kaya. Karena hal itu juga, aku tak akan pernah mempermasalahkan masa lampaumu. Berkat adanya tumpukan rangkaian cerita yang kau dan aku punya, sekarang ini kita menjadi manusia yang begitu rupa.

Sayang, masihkah kau meragukan kelapangan hatiku? Agar kau semakin menaruh keyakinan, ijinkanlah aku menuangkan apa yang kurasakan di sini.

 

 

Keteledoran serta kealpaan yang pernah kau lakukan adalah bukti bahwa kau merupakan sebenar-benarnya manusia. Aku tak akan pernah pergi berjingkat meninggalkan.

aku tak akan pergi berjingkat meninggalkan

Sayang, sudah berapa lama kita menapaki bumi? Ah ya, aku dan kamu sudah hampir berusia seperempat abad lamanya. Sebagai seorang manusia tentulah kita sudah lumayan banyak makan asam garamnya dunia. Sungguh wajar adanya jika kita pernah ceroboh dan melakukan kebodohan, karena itulah bagian dari cerita sebagai anak manusia.

Aku juga sama sepertimu, aku pernah melakukan kebodohan-kebodohan kecil di masa lalu. Demi terpenuhinya gejolak darah muda yang begitu deras mengalir di pembuluh vena. Sungguh, tak ada yang perlu dirisaukan. Masa lalu adalah cerita yang sudah habis masa berlaku. Aku tak akan berjingkat meninggalkan hanya karena kesalahan yang dulu pernah kau torehkan.

Asal kau tahu, rasa sayangku tak mudah tergerus cerita lalu yang pernah kau alami.

 

 

Sebelum bertemu denganku, aku tahu kau juga pasti pernah merasakan cinta. Tak apa, toh itu semua bagian dari perjalanan menjadi manusia.

 

aku tahu itu memang bagian dari perjalanan menjadi manusia

Cerita cinta juga pasti pernah kau alami sebelum bersua denganku. Jalinan cerita cinta dengan banyak wanita pati pernah kau lakoni di masa dulu. Entah cerita singkat yang berusia mingguan maupun cerita yang melibatkan komitmen serius darimu dan bertahan hingga sekian tahun.

Sungguh, tak ada rasa cemburu yang melekat padaku. Toh, aku juga pernah mengalami rangkaian cerita cinta. Justru cerita yang pernah kita alami dulu sangat berjasa mendewasakan kita. Mengajarkanmu cara berkomitmen dengan wanita dan aku juga mendapat ilmu bagaimana menjalin komitmen dengan pria. Pun perjalanan hidup yang kau dan aku alami tentunya menjadi kian berwarna.

Bagiku, cerita yang dulu pernah kulalui tak memiliki makna lebih sekarang, hanya beberapa hal yang masih mengendap tertinggal untuk kujadikan pelajaran. Tentunya pelajaran yang akan sangat berguna sebagai modal untuk menjalin cerita denganmu. Tak akan kubiarkan diriku ini mengulangi lagi kesalahan yang pernah kulakukan di jalinan yang terdahulu.

Karena aku ingin jalinan kita tak hanya singgah sementara, namun menetap selamanya.

 

 

Deretan mantan kekasihmu justru membuatku merapal syukur. Mereka telah berjasa membuat sosokmu menjadi seperti sekarang.

Kamu membuat hidupku berwarna

Tak hanya kebodohan dan kecerobohan, aku paham dulu ada mereka yang mengisi hatimu. Mereka yang pernah menggenapimu, menjadi penggembira di tiap harimu, mereka yang pernah mengukir senyum di parasmu, pun mereka yang akhirnya meninggalkan lubang kosong di dalam rongga dadamu yang pulih sempurna sebelum aku menginjak masuk.

Tak apa sayang, sungguh aku menghargai kehadiran mereka terlebih dulu. Justru aku haruslah menghaturkan terimakasihku. Tanpa mereka tentulah tak akan kutemui sosokmu yang begitu mempesona seperti sekarang ini. Mereka hadir demi melakoni peranan mereka yang memang sudah dipetakan oleh Sang Sutradara. Mereka ada demi menempamu menjadi pribadi yang bisa memahami kaum hawa lebih dalam.

Dan tahukah kamu bahwa kini kutemukan sosokmu yang benar-benar lihai mengambil hatiku dan pandai menerka apa yang ada di lingkar kepalaku. Berkat kehadiran mereka yang sempat singgah, sekarang kau pun menjadi pribadi yang makin matang mengolah emosi serta pandai membawa diri.

 

 

Bukankah yang terpenting adalah masa depan kita? Sungguh, masa lalumu tak pernah berhasil menggerus rasa yang sekarang ada

masa lalumu tak pernah berhasil menggerus rasa yang kupunya

Masa lalu memang ada sebagai bagian dari hidup kita. Dia ada sebagai tumpukan kisah yang berjasa membentuk kita menjadi manusia. Tak ada yang patut disesali pun diungkit kembali. Sungguh, aku menghargai apa yang pernah kau lalui. Justru yang harus kita beri curahan perhatian adalah pada masa yang akan kita jelang. Supaya langkah berdua untuk tetap bersisian makin mantap pun impian yang kita petakan bisa segera tergenggam.

Tak perlu kau tengok ke belakang pada kisahku yang dulu telah usai jauh sebelum aku berjumpa denganmu. Aku pun tak ada minat untuk mencari tahu pada cerita lalu yang sempat kau lalui. Aku mencintai dirimu hari ini esok dan seterusnya.

Maukah sekali lagi kau mengucap janji, supaya kita tak lagi mengungkit cerita yang telah lalu?

 

Source:

http://www.hipwee.com/hubungan/aku-tak-lagi-mempedulikan-masa-lalumu-sebabi-yang-aku-cinta-tetaplah-sosokmu/

Facebooktwittermail

“Ih! Kok Bulenya Mau Sama Papan Penggilesan?” Lah, Menurut Ngana Situ Pantas?

|

 

Linimasa media sosial kemarin dan hari ini dipenuhi oleh gambar dan komentar mengenai dua pria ini. Dua orang pria berbeda ras yang tampak akrab — mesra malah. Mereka kelihatan berpegangan tangan di kereta, kemudian mengungkapkan rasa sayang lewat gestur tubuhnya.

Gak pantes? Memang kamu pantas

Berbagai komentar pun bermunculan, menyauti tindakan 2 cowok yang kemudian diketahui berasal dari Thailand ini. Mulai dari yang mempertanyakan kewarasan Mas-mas bule berjambang yang memang unyu itu…

“Ih, kok bulenya mau sih sama dia?”

“Yaelah, mending sama gw aja kali bulenya. Daripada sama dia.”

Sampai komentar kejam dan jemawa macam,

“Dih, tampang kayak papan penggilesan begitu dapet bule lucu?”

“Daripada sama tampang ba** gitu, bagusan gue ke mana-mana!”

Bukan, ini bukan soal mengomentari apakah hubungan kedua pria itu sesuai dengan norma. Atau apakah komentar kejam yang bermunculan disebabkan oleh kecenderungan homophobic yang masih kita punya.

Hipwee justru ingin mengajakmu sedikit merenungi hal yang lebih mendasar. Soal bagaimana kita memandang diri kita lebih dari yang lain, hanya lewat sejenak pandang di layar datar. Tentang kepercayaan diri yang terlampau besar, sehingga membuat kita merasa pantas berkoar-koar. Guys, memang kita sudah se-oke itu ya?

 

 

Komentar ringan macam “Di Situ Saya Merasa Sedih” tidak sepenuhnya sederhana. Ada manusia bernyawa yang kita komentari di seberang sana

Dia bukan data binari yang bisa dikomentari seenaknya

Sayangnya mas-mas Asia berkulit sawo matang itu bukan lukisan Monalisa yang akan tetap tersenyum walau dikomentari sesukanya. Walau rambut blonde-nya terlihat mentereng di mata, dan menurut beberapa dari kita kurang sesuai dengan kulit cokelatnya, dia bukanlah objek dua dimensi yang tak merasa apa-apa jika ada orang yang mengomentari penampilannya.

Kemudahan mengomentari sesuatu via media sosial kerap membuat kita lupa. Orang yang pakai baju kuning mudah saja kita bilang mirip Pikachu, mereka yang lengannya kelihatan besar di foto Instagram atau di postingan Path kita cap kegemukan, mereka yang check in di Path dengan orang berbeda tiap harinya kita anggap murahan.

Padahal, kita tahu apa?

Di sinilah titik kita sering lupa. Merasa sudah tahu seluruh kepribadian orang, seluruh rekam jejak dalam hidupnya, hanya dengan mengamati aktivitas media sosialnya. Padahal orang yang kita komentari itu bukan makhluk tembus pandang yang bisa diketahui seluruh hidup lewat binari data. Tak peduli sekepo apapun kita pada seseorang, ada sisi dalam hidupnya yang tidak bisa kita ketahui sepenuhnya.

Saat telah mengenal dia sebagai manusia, mendengar dia bicara, memahami alasan dan berbagai argumennya — barulah kita boleh merasa mengenalnya. 

 

 

Menuding alay pada orang yang bahkan belum kita kenal sebenarnya membuat kita jadi manusia paling jahat di dunia. Apa bedanya dengan memaksa semua orang jadi serupa?

Quotes yang kita amini

Selama ini kita berkoar-koar agar bisa diterima sepenuh hati sebagai manusia. Bahkan pada pasangan tersayang pun kita meminta untuk selalu diterima apa adanya. Kamu, saya, kita, adalah orang yang sama yang sering posting quotes macam:

“Be yourself. Because everybody else is taken.”

Kita adalah orang-orang dengan kepercayaan diri besar yang tak ingin disamakan dengan orang lain di dunia. Kita selalu ingin jadi spesial, mendapatkan exposure besar karena keunikan dalam diri — sedikitpun tak pernah kita ingin merasa disamai.

Kalau begini, kenapa sekarang kita ribut mengomentari orang yang memilih jalan hidup berbeda dan memiliki penampilan yang tak serupa? Bukankah picik sekali jika perbedaan yang membuat kita naik pitam — sementara kita tak pernah ingin jadi seragam?

 

 

“Mending dia sama aku saja.” dan “Bagusan gue ke mana-mana”sepatutnya membuat kita bertanya: NGANA SUDAH SEPANTAS APA?

Before you judge someone, make sure you are perfect

Oh come on. Waktu kita dengan lantang mengomentari penampilan orang, sebenarnya apa yang kita pikirkan? Rasa insecure karena merasa kalah saing dengan orang yang kita anggap tidak sepadan, atau justru merasa jemawa karena bangga sebab merasa punya kelebihan?

Sesungguhnya sata hal-hal seperti itu datang, seharusnya kita berhenti sejenak untuk bertanya.

Kenapa kita bisa merasakan hal macam itu dengan begitu mudahnya? Sudah pantaskah kita? Atau kita justru harus banyak berkaca sebagai manusia?

 

Source: http://www.hipwee.com/feature/ih-kok-bulenya-mau-sama-papan-penggilesan-lah-menurut-ngana-situ-pantas/?fb_action_ids=10205525870699409&fb_action_types=og.shares

Facebooktwittermail
Next Page »