Menu

All items for November 2014

Sikap Pemerintah Singapura Kepada Para Penipunya yang Mengherankan (PART II)

Lucky Plaza Singapore

 

 

Sebelumnya, seorang turis perempuan asal Tiongkok yang disebut dengan nama Ms Zhou juga menjadi korban dengan modus yang sama di toko yang sama itu (Mobile Air, Sim Lim Square). Untuk kasus Ms Zhou ini, menurut pengakuan Direktur Eksekutif Asosiasi Konsumen Singapura (Case) Seah Seng Choon, sedang diadakan penyelidikan apakah Mobile Air melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Seah berkata seperti ini seolah-olah ini merupakan kasus baru pertama kali terjadi di Singapura. Padahal dia sendiri juga mengaku, dari Juli sampai September tahun ini, untuk Mobile Air saja, pihaknya sudah menerima 14 pengaduan.

Ms Zhou membeli iPhone 6 di Mobile Air dengan harga 1.600 dollar Singapura. Seperti yang dialami Pham, dia ditawari toko itu apakah mau garansi 1 tahun atau 2 tahun. Ms Zhou memilih 2 tahun garansi, lalu menandatangani “surat garansi” yang disodorkankan kepadanya itu.

Setelah itu Ms Zhou sangat terkejut ketika Mobile Air menagih lagi untuk pembayaran 2 tahun garansi itu sebesar 2.400 dollar Singapura, padahal harga iPhone 6-nya saja hanya 1.600 dollar! Ms Zhou marah, membatalkan pembelian itu, dan minta uangnya dikembalikan seluruhnya. Tetapi Mobile Air hanya bersedia mengembalikan 1.000 dollar.

Ms Zhou kemudian melaporkan kasus ini ke Small Claims Tribunal, pengadilan khusus untuk menangani kasus-kasus bernilai di bawah 20.000 dollar Singapura.

Tetapi, aneh tapi nyata, pihak pengadilan hanya mewajibkan Mobile Air mengembalikan 1.010 dollar kepada Ms. Zhou. Padahal jelas-jelas modus yang dipraktekkan Mobile Air itu adalah sebuah kecurangan, penipuan.

Mengehrankan sekali, negara yang tidak disiplinnya sedemikian tinggi, kok bisa pemerintahnya begitu toleran terhadap praktek-praktek penipuan yangdapat merusak reputasinya sendiri ini.

Apakah cara-cara menipu seperti ini di Singapura merupakan sesuatu yang legal?

Ketika Ms Zhou hendak mengambil uang tersebut di tokonya, pemilik Mobile Air, Jover Chew, dengan sengaja memberikannya dalam bentuk uang koin seluruhnya yang diisi dalam sebuah kantong sampai penuh. Lebih kurang ajar lagi, kantong berisi uang koin itu tidak diserahkan dengan baik-baik, tetapi dilempar begitu saja ke lantai. Sambil berkata kepada Ms Chou, “If we refund you in coins and you don’t like it, then don’t take it!”

Saat dengan menahan perasaannya Ms Zhou mengumpulkan koin-koin yang berserakan di lantai itu, Jover Chew dan para penjaga tokonya itu malah mengejek-ejeknya dengan kata-kata yang mencemoohnya. Atas ulah mereka itu,  Ms Zhou memanggil polisi. Polisi datang, tetapi tidak berbuat apa-apa. Alasannya itu urusan bisnis antara Ms Zhou dengan pihak Mobile Air.

Chew tidak merasa bersalah atas sikap pihaknya kepada Pham dan Ms Chou, yang dinilainya terlalu banyak bertingkah. Dia juga menolak tuduhan tokonya telah melakukan penipuan dengan menjual iPhone jauh di atas harga normal itu, dengan menganalogikan tokonya dengan hotel mewah.

Katanya, kalau anda membeli nasi ayam di hotel mewah, tentu saja harganya jauh lebih mahal daripada kalau anda membeli nasi ayam di food court. “Apakah hotel mewah yang menjual nasi ayam dengan harga jauh lebih mahal itu telah melakukan penipuan?” katanya membela diri.

Analogi ini tentu saja tidak bisa diterima, karena harga nasi ayam di restoran hotel mewah itu sudah tercantum dengan jelas berikut tax (pajak)-nya, peraciknya juga dari chef yang dibayar mahal, dan cara menjualnya tidak dengan trik licik memperdayai konsumennya dengan “garansi” yang harganya malah dua kali lipat atau lebih dari produknya sendiri. Lagipula di mana-mana di planet bumi ini, yang namanya garansi itu pastilah gratis.

Penipu jenis seperti Chew ini layak mendapat hukuman yang berat. Dari wajahnya saja sudah kelihatan menyebalkan.  Kecuali, pemerintah Singapura memang toleran terhadap penipu-penipu jenis begini. Atau di Singapura, dagang cara begini bukan suatu penipuan?

Menyikapi kasus yang dialami Ms Zhou ini, Kementerian Luar Negeri Tiongkok bertindak cepat. Di laman resmi Kementerian itu diumumkan peringatan kepada seluruh warga Tiongkok untuk berhati-hati jika berbelanja di Singapura.

“Ada banyak laporan insiden tentang penipuan dari turis kami yang membeli ponsel dan elektronik di Singapura,” bunyi pengumuman tersebut.

Di Indonesia, meskipun warganya juga sudah banyak yang menjadi korban penipuan seperti itu di Singapura, Kementerian Luar Negerinya hanya diam saja. Padahal kesaksian para korban itu sudah tersebasr di berbagai media dalam negeri, koran dan media sosial.

Bertolak dari kasus yang menimpa turis asal Vietnam, Pham Can Toai itu, di Kompas.com,Ryan Filbert, seorang praktisi dan inspirator investasi muda Indonesia menulis pengalaman, tip mencegah dan melawan ketika menjadi korban penipuan seperti itu di Singapura.

Rupanya, tiga tahun lalu,  Ryan dan istrinya juga pernah menjadi korban dengan modus penipuan yang sama ketika berbelanja BlackBerry Torch di toko “G3 Advance Trading”, di Lucky Plaza, Singapura. Di dalam tulisannya di Kompas.com itu, selain berbagi pengalaman buruknya itu, Ryan juga memberi tip, bagaimana melawan para penipu elit yang dipelihara pemerintah Singapura itu. Juga tip bagaimana supaya berbelanja di Singapura, tidak sampai menjadi korban penipuan berikutnya.

Tetapi bukankah jauh lebih baik jangan sampai kita menjadi korban penipuan berikutnya ketika berbelanja di sana? Kalau sampai tertipu, melaksanakan tip yang diberikan Ryan ini pun memerlukan waktu dan tenaga yang ekstra, berbulan-bulan lamanya. Tidak sepandan dengan nilai uangnya. Nilai uangnya bisa saja relatif kecil, tetapi yang membuat kita lebih tidak bisa terima itu, adalah rasa sakit hatinya. Seperti lagu dangdut yang dinyanyikan oleh Cita Citata, “Sakit tuh di Sini“.  Jauh lebih baik mencegah sakit hati itu, daripada mengobatinya.

Bagi saya pribadi, alangkah lebih baik lagi, jika tidak benar-benar terpaksa, tidak membeli gadget apa pun di Singapura, termasuk produk-produk audio video-nya, yang juga banyak di jual di dua pusat perbelanjaan di Singapura itu. Alasannya, bukan semata-mata karena takut menjadi korban penipuan, tetapi bukankah barang-barang tersebut semuanya ada juga dijual di Indonesia? Kenapa harus beli di Singapura?

Jika itu produk baru, yang baru ada di Singapura, asalkan sabar saja, dalam tempo beberapa bulan saja, pasti juga sudah dijual di Indonesia juga. Mengenai harganya yang katanya lebih murah, seberapa banyakkah selisihnya? Justru karena jauh lebih murah, kita harus langsung waspada, lebih baik lagi jika tidak membelinya.

Alasan lain juga mengenai garansi dan servis perbaikannya. Untuk produk-produk audio-video, biasanya garansinya hanya berlaku di Singapura. Jika kita memakainya di Indonesia, kemudian rusak, maka pusat servis resmi di Indonesia tidak mau menerimanya. Atau, kalau pun menerimanya akan dikenakan servis tambahan. Itu juga belum tentu bisa diperbaiki di Indonesia, karena ada perbedaaan spesifikasi, onderdilnya hanya ada di Singapura. Masa iya, hanya karena peralatan yang anda beli itu rusak, anda akan ke Singapura hanya untuk memperbaikinya?

Jika tidak sabaran, tetap mau beli saja di Singapura, saran saya beli di toko-toko penjualan resminya, atau yang reputasinya sudah diketahui. Belanja di Bandara Changi juga merupakan alternatif yang baik, karena kecil kemungkinan, di sana pun ada penipunya.

Sumber: Kompasiana

Facebooktwittermail

Sikap Pemerintah Singapura Kepada Para Penipunya yang Mengherankan (PART 1)

Pham Van Thoai

 

 

Kasus penipuan yang dialami oleh seorang turis asal Vietnam, Pham Van Thoai (28) ketika berbelanja iPhone 6 di Mobile Air, Sim Lim Square, Singapura (04/11/2014) merupakan kasus terbaru yang diberitakan dari entah berapa banyak kasus yang selama bertahun-tahun ini sudah sering diwartakan dari Negeri Singa itu. Tetapi, anehnya pemerintah Singapura terkesan justru tutup mata, lepas tangan, membiarkan warganegaranya menipu entah berapa banyak turis yang berbelanja di negaranya selama bertahun-tahun ini.

Lebih memprihatinkan adalah penipuan-penipuan tersebut dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan elit. Dua pusat perbelanjaan yang sudah lama menjadi pusat para penipu memakan korban turisnya adalah Lucky Plaza dan Sim Lim Square.

Sikap pemerintah Singapura yang selama ini terus membiarkan kejadian-kejadian seperti itu terus terjadi seolah-olah mereka memang mengumpulkan para penipunya itu untuk membuka toko-tokonya di sana, sekaligus memberi semacam perlindungan kepada mereka. Karena selama ini, kita tidak pernah mendengar kabar kalau para penipu untuk dikenakan sanksi hukum apapun.

Slogan “Singapura adalah sorga belanja (bagi para turis),” harus diubah menjadi “Singapura adalah neraka belanja bagi para turis)”, khususnya di toko-toko yang menjual berbagai gadget di kedua pusat perbelanjaan itu. Berbelanja di Singapura, sungguh menjadi semakin tidak nyaman dan aman.

Sikap pengadilannya juga tidak kalah anehnya. Jika kasus penipuan itu digugat ke sana. Mereka hanya mewajibkan penipunya mengembalikan kurang dari separoh jumlah uang yang sudah diambil dari para korbannya itu.

Kasus penipuan yang dialami Pham Van Thoai ketika berbelanja iPhone 6 di Mobile Air, Sim Lim Square itu lebih menarik perhatian dunia karena kejadiannya “unik” daripada biasanya. Karena dia sampai menangis dan berlutut di toko tersebut, memohon agar uangnya dikembalikan utuh karena telah membatalkan transaksi jual-beli iPhone 6 tersebut, yang sesungguhnya adalah modus sebuah penipuan. Tragisnya, pemilik dan penjaga toko Mobile Air itu tidak tersentuh hati nuraninya, mereka malah menertawakan Pham.

Seperti yang sudah ramai diberitakan, kisah pilu Pham Van Thoai itu bermula dari dia membeli sebuah iPhone 6 yang ingin dihadiahkan kepada pacarnya yang berulang tahun, yang juga saat itu mendampinginya berbelanja di Mobile Air.

Dia membayar 950 dollar Singapura (sekitar Rp. 8,9 juta) sebagai harga iPhone 6 tersebut. Namun, ketika dia hendak meninggalkan toko itu, pegawai Mobile Air itu memintanya untuk membayar lagi 1.500 dollar sebagai biaya garansi 1 tahun iPhone 6 tersebut. Pham sangat terkejut, karena dia tak mengira yang namanya garansi itu harus membayar lagi, bahkan hampir dua kali lipat dari harga barangnya.

Tentu saja Pham menolak membayar biaya tambahan yang sangat tidak masuk akal itu. Sedangkan pihak toko bersikeras Pham harus membayarnya karena sudah menandatangani surat garansinya itu. Akhirnya, Pham memutuskan membatalkan pembelian tersebut, dan meminta uangnya kembali. Tetapi, Mobile Air tidak mau mengembalikannya, dengan alasan transaksi sudah terjadi, tidak bisa dibatalkan. Boleh dibatalkan, tetapi uangnya tidak bisa dikembalikan.

Pekerja pabrik asal Vietnam itu mengadu nasibnya di wartawan koran lokal berbahasa China, Lianhe Zaobao, pada Senin, 3 November lalu, dan dari sinilah berita ini menyebar ke seluruh dunia.

“Saya hanya seorang pekerja pabrik, dengan penghasilan sekitar 200 dollar Singapura per bulan. Angka 950 dollar Singapura merupakan upah untuk beberapa bulan. Itu merupakan harga yang besar buat saya. Saya benar-benar sedih,” katanya

Dia mengatakan, dirinya telah diminta untuk menandatangani sebuah perjanjian yang disebut sebagai garansi, tetapi tidak menelitinya karena bahasa Inggrisnya tidak begitu bagus, dan dia berpikir Singapura merupakan tempat yang aman untuk berbelanja. “Ketika mereka bertanya, apakah saya ingin garansi satu tahun atau dua tahun, saya berasumsi bahwa garansi satu tahun itu gratis, jadi saya jawab satu tahun. Dia tidak mengatakan saya harus membayar,” katanya kepada Zaobao.

Pham memohon-mohon, tetapi penjaga toko itu, tetap tak mau mengembalikan uang Pham. Sampai Pham menangis dan berlutut di hadapannya, tetapi malah ditertawakan para penjaga toko itu.

Mereka  akhirnya mau mengembalikan hanya 600 dollar Singapura kepadanya, tetapi pacarnya menolak. Dia mau uang mereka itu harus dikembalikan utuh, kemudian dia menelepon polisi.

Ketika polisi tiba,  penjaga toko Mobile Air mengatakan, Pham telah menandatangani perjanjian dengan mereka, jadi, uangnya tidak bisa dikembalikan. Namun, menawarkan untuk mengembalikan uangnya hanya 70 dollar Singapura.

Setelah ada intervensi dari Asosiasi Konsumen Singapura (Case), dia mendapat pengembalian sebesar 400 dollar Singapura, sisa sebesar 550 dollar tetap menjadi milik Mobile Air.

“Saya akan pulang dalam dua hari, dan saya tidak ingin ada masalah, jadi saya memutuskan untuk menerima pengembalian parsial itu,” kata Pham. Dia menambahkan, dirinya tidak yakin Case akan bisa mendapatkan pengembalian penuh dari dananya itu.

Beberapa netizen mengadakan aksi pengumpulan dana untuk Pham. Sampai Selasa sore (04/11) sudah ada 1.400 donor yang total sumbangannya mencapai 11 ribu dollar (sekitar Rp. 133,7 juta). Tetapi, lihatlah betapa mulianya hati Pham: Dia hanya mau menerima 550 dollarnya yang dimakan Mobile Air itu, lebih dari itu dia menolaknya.

“Saya hanya akan menerima 550 dollar Singapura yang didonasikan oleh orang-orang baik ini. Tidak lebih. Saya bersyukur dengan semua kebaikan kalian, tapi saya tidak ingin mengambil lebih banyak dari uang saya yang hilang,” ujar Pham kepada Lian-he Zaobao.

Sedangkan pemilik Mobile Air, Jover Chew, bebas menikmati uang haramnya yang berjumlah 550 dollar Singapura dari Pham itu.

 

Sumber: m/kompasiana.com

Facebooktwittermail

5 Modern Logos You Didn’t Know Have a Hidden Meaning (PART I)

amazon.com

 

1. Amazon

Your initial thought when looking at the Amazon logo might be that the arrow looks like a smiley face, meaning Amazon is there to make its customers happy. Well, notice that the arrow is pointing from the a to the z; representing the fact that Amazon provides a variety of items for sale, literally from A to Z. 

fedex

2. FedEx

The FedEx logo is a creative one! At first glance all you can really notice are the two different colors, but if you look closely you can see an arrow is created between the spaces of the letter ‘E’ and ‘X’, representing the company’s forward-thinking ways and outlook towards the future.

apple

3. Apple

If you guessed that the Apple logo has to do with the creation story of Adam and Eve, then you guessed correctly. It represents the forbidden fruit from the “Tree of Knowledge”

IBM

4. IBM

IBM’s logo has a hidden message for the whole world hidden in the Big Blue logo that represents it’s company. The white lines passing through give the appearance of the equal sign in the lower right corner, representing equality.

adidas

5. Adidas

Ever notice that Adidas’ symbol looks like a mountain? Well, that’s exactly what it’s supposed to mean. The three stripes, which was part of the original logo in 1967, never really meant anything. It was just supposed to be unique. In the ’90s, though, they slanted the stripes so that it would represent a mountain, which stands for the obstacles people need to overcome.

Source: www.diply.com

Facebooktwittermail

Hanya Duduk Sendirian di Restoran Membuat Foto Kakek Ini Melelehkan Hati

seorang kakek terduduk diam

 

Ada sebuah foto yang menjadi viral dalam 2 pekan terakhir. Foto tersebut berasal dari imgur, sebuah forum luar negeri yang kerap menampilkan foto sensasional. Namun kalau melihat foto yang satu ini, mungkin Anda akan bertanya-tanya kenapa ia menjadi viral.

Apakah karena ia adalah seorang pria tua? Apakah karena ia sendirian? Well, nyatanya dia tidak sendirian. Coba lihat apa yang ada di mejanya.

Di situ ada sebuah foto wanita yang sepertinya sudah lama. Setelah memotret kakek ini,netizen yang mengunggah foto ini mendekati pria itu dan menceritakan sebuah kisah yang mengharukan hati. Pengguna imgur dengan ID Soulrose itu menceritakan bahwa pria itu tak sendirian. Ia sedang bersama istrinya, di dalam foto tersebut.

55 tahun lalu ia melamar istrinya dengan melalui kisah cinta yang dramatis di antara peperangan. Lima tahun yang lalu, kakek ini kehilangan istrinya karena wanita itu meninggal dunia. Ia masih merayakan hari pernikahan mereka dengan membawa foto tersebut. Ia masih memberikan kecupan selamat malam sebelum tidur, lewat foto itu.

Pada Soulrose, pria itu berkata, “Aku dulu adalah pria yang kaya. Bukan kaya akan uang, tapi dengan cinta. Aku tak pernah bertengkar, namun sering berdebat. Manusia itu seperti lilin yang menyala, angin bisa melenyapkannya begitu saja,” kata kakek itu.

“Oleh karena itu selama kita punya cahayanya, nikmatilah. Katakan pada istrimu kalau kau mencintainya tiap hari dan tanyakan padanya ‘sudahkah aku bilang kalau aku jatuh cinta padamu akhir-akhir ini?'”

Ahh, pasangan di usia senja selalu punya cerita yang bisa menyentuh kalbu. Namun di satu sisi, Soulrose berpesan bahwa ini bukan hanya tentang kisah cinta sejati. Bicaralah dengan orang tua sesekali. Mungkin kita pikir  kehadiran kita akan membuat harinya indah, padahal dia yang akan memberi kita inspirasi.

Facebooktwittermail

Foto Bu Susi Menggendong Ibu Tua Naik Pesawat Menuai Pujian

Bu Susi dan Seorang Nenek

 

Dari semua nama menteri di Kabinet Kerja, nama ibu Susi Susi Pudjiastuti menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan. Di saat banyak orang mempertanyakan kemampuannya karena hanya berijazah SMP, serta hujatan lain mengenai sikap ibu Susi yang dianggap tidak sopan, beredar sebuah foto yang menghebohkan di sosial media.

Foto Lama Yang Menyentuh Hati Banyak Orang

Dalam foto yang beredar, tampak ibu Susi sedang menggendong seorang ibu tua di punggungnya. Ibu Susi terlihat santai dan tanpa beban menggendong wanita yang disebut-sebut sebagai ibunya. Setelah menggendong sang ibu di lintasan pesawat, ibu Susi mendudukkan wanita itu di dalam pesawat maskapai miliknya dan mengikatkan sabuk pengaman di di bagian pinggang.

Beberapa orang mengatakan foto tersebut hanya pencitraan, namun faktanya, foto tersebut sudah sangat lama dan diambil jauh sebelum ibu Susi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Tidak banyak manusia yang mau menggendong orang tua di punggungnya, namun ibu Susi tampak bahagia dan tanpa beban saat menggendong wanita tersebut. Dalam posisi sudah menjadi pemilik dua perusahaan besar, ibu Susi tetap rendah hati dan tidak menepuk dada dengan sombong. Jika dilihat, sebenarnya ibu Susi sudah tidak muda lagi di dalam foto, namun semangat dan rasa bakti kepada orang tua membuat beban di punggungnya seolah tak ada.

Banjir Pujian di Tengah Banyaknya Hujatan

Rasanya tak mengherankan jika foto-foto ini menuai banyak pujian dari para netizen. Dilansir oleh merdeka.com, inilah beberapa pujian yang diberikan untuk ibu Susi:

“Jalan rezeki dibuka dengan bakti kita pada orangtua,”

“Sungguh berbakti kepada orangtua. Tak heran Ibu Susi bisa sukses seperti ini,”

dan masih banyak komentar lain yang memuji ketulusan hari ibu Susi.

Di tengah banyaknya hujatan mengenai sikap ibu Susi yang dianggap tidak punya etika, suka merokok, seperti preman dan sebagainya, ternyata ada sisi lain yang menunjukkan kebaikan hatinya. Foto yang sudah ‘basi’ ini justru menunjukkan bagaimana sikap asli seorang ibu Susi jauh sebelum menjadi menteri dan jauh sebelum orang-orang mengenal dirinya seperti sekarang.

Rasanya benar bahwa kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari luarnya saja. Seseorang yang terlihat ‘preman’ di luar, bisa jadi memiliki ketulusan hati yang besar. Semoga semangat dan ketulusan hati seperti ini menular pada kita semua.

 

Sumber: www.vemale.com

Facebooktwittermail

Bisakah Materi Membeli Kebahagiaan?

Foto: copyright shutterstock.com

 

 

 

Can money buy happiness? Ini merupakan sebuah pertanyaan yang masih jadi perdebatan sampai sekarang. Beberapa orang menganggap bahwa uang bisa membeli kebahagiaan. Uang bisa membuat hati yang gundah jadi bahagia dengan membeli barang-barang yang diinginkan. Pokoknya uang adalah segalanya dan bisa menjadi pemecah segala masalah dan kesulitan.

Di satu sisi ada yang menentang pendapat ini. Ada yang mengatakan bahwa uang tidak akan pernah bisa membeli kebahagiaan. Jika uang bisa membeli kebahagiaan mengapa banyak sekali orang di luar sana yang sangat kaya raya namun lebih memilih untuk mengakhiri hidup mereka. Mengapa banyak orang populer dan tenar namun lebih memilih untuk bunuh diri dan meninggalkan semua kekayaannya? 

Kebahagiaan yang sebenarnya memang berasal dari hati Ladies. Kebahagiaan itu kita sendiri yang bisa menentukan dan juga rasakan. Ikuti saja kata hati dan juga passion Anda. Ini yang akan membawa Anda ke jalan kebahagiaan.

Layaknya sebuah lirik lagu dari Jewel yang berjudul Intuition:

“Follow your heart
Your intuition
It will lead you in the right direction
Let go of your mind
Your Intuition
It’s easy to find
Just follow your heart baby”

Ikuti saja kata hati dan Anda akan segera menemukan jalan yang benar untuk mencapai kebahagiaan Anda.
Sumber: www.vemale.com
Facebooktwittermail

MAU TAHU:Kenapa Nasi Padang Isinya Lebih Banyak Kalau Dibungkus ?

nasi padang

 

Sudah banyak pertanyaan dan jawaban tentang kenapa kalau kita beli nasi padang dengan dibungkus isinya jauh lebih banyak daripada kalau kita makan ditempat?

Jawaban paling populer adalah karena dengan dibungkus, si penjual tidak perlu repot mencuci piring dan mengurangi biaya sabun cuci.


Jawaban yang logis, tapi cenderung dipaksakan. Dibandingkan dengan biaya sabun, kalau dihitung-hitung, biaya nasi lebih jauh lebih besar. Ini tentu bertentangan dengan apa yang diketahui oleh masyrakat umum kalo orang padang itu perhitungan (baca: pelit) . Jawaban seperti diatas tidak lebih jawaban ngeles dari si penjual karena mereka ngga tau sejarah asal muasal dari pertanyaan di atas.  Oh iya, anda tidak salah baca. Ada sejarah dibalik kenapa kalau beli nasi padang isinya lebih banyak daripada makan ditempat, dan sejarah ini berawal sejak jaman penjajahan Belanda.

Baiklah, mari kita mulai saja pembahasannya:

Di Sumatera Barat dan sekitarnya (termasuk Pekanbaru), rumah makan disana tidaklah disebut dengan Rumah Makan Padang, melainkan RM Ampera. Jamak ditemui rumah makan disana diawali oleh kata Ampera kemudian barulah disusul dengan nama RM itu sendiri. Misal, RM Ampera Beringin, RM Ampera Siti Nurbaya, dll. Ampera sendiri adalah kepanjangan dari amanat penderitaan rakyat. Diakhir pembahasan ini akan ditemukan asal muasal kenapa mereka menggunakan nama Ampera disini. Memang ada jenis yang lain yaitu RM Kapau, tp kita lewati saja dulu, mungkin nanti akan gw bahas tersendiri.

Kembali ke RM Padang tadi. Di masa penjajahan dulu, RM Padang termasuk RM yg ekslusif, hanya kaum penjajah dan para saudagar kaya saja yang bisa menikmati lezatnya rendang, gulai tunjang, kepala ikan kakap, dendeng, dan kawan-kawan. Bahkan, saudagar kaya yang dimaksud disini adalah saudagar etnis cina (No Sara, red) bukan yang pribumi. Kenapa bisa demikian? Yah, dimasa penjajahan, daging dan beras termasuk komoditi mahal yg rakyat tidak selalu dapat membeli. Oleh karena itulah, harga makanan padang menjadi mahal dan seperti yg udah gw sebut diatas, hanya para penjajah dan saudagar kaya yg bisa menikmatinya.


Dan disinilah sejarah itu dimulai, kenapa kalau beli nasi padang, isinya lebih bayak dibungkus daripada makan ditempat. Para pengusaha RM Padang (pastinya orang minang asli) sadar bahwa saudara-saudaranya juga layak untuk menikmati makanan enak, terlebih lagi makanan khas daerah mereka sendiri. Lebih jauh lagi, mereka para pengusaha ini juga sadar, banyak dari saudara mereka bekerja sebagai buruh kasar untuk para penjajah dan saudagar kaya yang makan di RM mereka, dan saudara mereka ini membutuhkan tenaga dan gizi yg cukup untuk tetap selalu sehat dan bekerja menafkahi keluarga mereka masing-masing.

Entah siapa yang memulai, di suatu waktu, para pengusaha RM ini memberlakukan peraturan baru. Jumlah nasi yang dibeli dengan dibungkus isinya akan jauh lebih banyak daripada makan ditempat. Biaya makan ditempat dibebankan kepada para penjajah dan para saudagar kaya dan biaya makan dibungkus untuk para buruh dan para pribumi lain. Inilah yang dijaman modern disebut subsidi silang. Kebijakan ini oleh para pengusaha disebut dengan Ampera alias Amanat Penderitaan Rakyat. Inilah asalnya kenapa RM Padang di Sumatera Barat sana disebut dengan RM Ampera. Spirit Ampera ini seperti yang kita lihat, masih terbawa sampai detik ini bahkan sudah menyebar diseluruh Indonesia. Tentu saja, nyaris tidak ada tempat di Indonesia ini dimana daerahnya tidak ada RM Padang.  Semua pelosok ada. Semoga spirit Ampera ini terus ada sampai akhir jaman.

Nah, itulah alasan kenapa Jumlah nasi yang dibeli dengan dibungkus isinya akan jauh lebih banyak daripada makan ditempat. Darimana gw tau? Ini adalah penuturan dari salah satu pengusaha RM Padang yang kebetulan tetangga gw di Padang sana. Ada yg tau RM Beringin di kawasan Tabing kota Padang? Tentu, postingan ini bukan official, jadi masih bisa diperdebatkan kebenarannya. Tapi terlepas dari apakah ini hoax atau real, semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

sumber: owunik.blogspot.com
Facebooktwittermail

Mendagri bolehkan kolom agama di KTP dikosongkan

artikel3

 

 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolomenyatakan kolom agama pada KTP boleh dikosongkan. Hal ini demi mengakomodir rakyat Indonesia yang memeluk keyakinan selain enam agama yaitu Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. “Berdasarkan Undang-undang (UU) baru enam agama. Kalau mau tambah, harus mengosongkan, nggak ada masalah,” ujar Tjahjo di Jakarta, Kamis (6/11).

Menurut Tjahjo, Kemendagri masih melakukan pencatatan terkait kepercayaan apa saja yang dianut masyarakat. Namun demikian, kepercayaan tersebut saat ini belum dapat dimasukkan ke dalam kolom agama di KTP.

“Saat ini di KTP-nya bisa dikosongkan dulu,” ungkap dia.

Selanjutnya, Tjahjo mengatakan pihaknya memiliki dasar dalam menetapkan kebijakan tersebut. Menurut dia, setiap warga negara punya kewajiban sendiri dengan keyakinannya masing-masing.

“Semangatnya kita tidak ingin campuri urusan warga negara memeluk agama dan keyakinan sepanjang tidak mengganggu,” katanya.

Lebih lanjut, Tjahjo mengaku akan melakukan pembicaraan dengan menteri terkait rencana penerapan kebijakan ini. Dia menegaskan, langkah ini perlu diambil karena Indonesia bukan negara agama.

“Koordinasi dengan menko terkait, Kementerian Agama, MUI, PGI, PHDI, dan lain-lain. Ini bukan negara agama,” pungkasnya.

 

Sumber: www.merdeka.com

Facebooktwittermail

Anakku Ingin Jadi Pianis Terkenal, Namun Hal Itu Terwujud Saat Ia Telah Tiada

 

Anna van Keulen

Anna van Keulen

Berikut link videonya: https://www.youtube.com/watch?v=AJltZEOGJPg

Melalui fase dukacita tidaklah mudah. Ada beberapa tahap bagi seseorang yang harus dilalui. Kadang tahapan itu begitu memilukan dan hampa, kadang membuat mereka tegar dan berjiwa besar untuk menerima.

Ayah dari Anna van Keulen sudah cukup tabah untuk bisa menerima kepergian putrinya. Ia punya sebuah cara untuk melampaui fase ini dengan mencoba mengabulkan keinginan malaikat kecilnya itu. Anna, gadis 13 tahun ini ingin menjadi seorang pianis terkenal, dan ayahnya tahu putrinya bisa melakukan itu.

Namun, siapa yang sangka cara Tuhan dalam mewujudkan takdir terbaik bagi seseorang. Anna van Keulen terkenal, setelah beberapa pekan lalu ia meninggal dan ayahnya mengunggah video permainan piano putrinya di Youtube. 

Dalam dua hari, video itu sudah di-klik sebanyak satu juta kali. Orang-orang tak hanya trenyuh mendengar kisahnya yang tragis, namun juga permainannya yang indah di usianya yang semuda itu.

Anna van Keulen meninggal beberapa pekan sebelum video itu beredar. Penyebab kematiannya adalah kecelakaan sepeda. Meski impiannya berhasil diwujudkan, namun keinginan itu terjadi setelah ia meninggal. Banyak orang yang menyayangkan kematiannya di usia yang sangat muda.

Namun bagi sang ayah, ini adalah penghargaan dan kado terbaik di penghujung kisah hidup putrinya. Anna akan dikenal dengan talenta dan permainan pianonya yang indah, seperti yang ia inginkan.

Facebooktwittermail

Kisah Sedih Seorang Ibu Yang Menginginkan Putrinya Mati

Setiap ibu pasti mengharapkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dia akan mengorbankan segalanya agar anaknya dapat hidup tenang, damai, dan sehat. Tetapi, tidak semua berjalan sesuai dengan yang Anda inginkan, terkadang kehidupan memberikan pilihan sulit yang tak bisa dihindari.

Seperti pilihan hidup yang dialami Charlotte Fitzmaurice. Ibu dari seorang gadis kecil berusia 12 tahun ini, memohon agar hidup anaknya diakhiri. Mungkin sekilas keputusan ini terdengar sangat jahat dan egois, namun memang sulit dibayangkan bila harus berada pada posisinya.

Putri Charlotte, Nancy, sejak lahir telah mengalami banyak kelainan. Nancy terlahir buta, tak hanya itu, gadis kecil ini juga menderita hydrocepalus, meningitis, dan septicemia yang membuatnya tak bisa berbicara, berjalan, makan, atau minum.

Foto: copyright Metro.co.uk

Foto: copyright Metro.co.uk

 

Hidup Nancy bisa dibilang menderita. Kehidupannya bergantung pada perawatan dan makanan cair khusus dari rumah sakit di London. Setelah mengalami masa berat dengan putrinya selama bertahun-tahun, sang ibu mulai menyerah karena tak lagi melihat semangat hidup dalam diri Nancy.

“Putriku seperti bukan dirinya lagi, dia tampak hanya seperti kerangka.” ujarnya, seperti dilansir Metro.co.uk,” Sinar pada matanya hilang, tergantikan oleh keinginan pada kedamaian.”

Pengadilan setempat akhirnya mengabulkan keinginan sang ibu untuk membiarkan kehidupan putrinya berakhir. Cairan khusus yang dibutuhkan Nancy untuk hidup pun tak lagi diberikan.

Gadis kecil ini akhirnya meninggal dunia pada 21 Agustus lalu. Kisah hidup Nancy yang singkat cukup menyayat hati. Ibunya ikut menderita sepanjang hidupnya karena harus mengambil keputusan berat ini.

Bagaimana pendapat Anda, Ladies? Apa yang dilakukan oleh ibu Nancy sudah benar?

Sumber: www.vemale.com

Facebooktwittermail
Next Page »